JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin, marah dan tak terima dengan kelakuan serta pernyataan Jozeph Paul Zhang.

Menurutnya, jika dalam hukum Islam, maka pemilik nama asli Shindy Paul Soerjomoelyono tersebut halal untuk dibunuh.

“Dalam hukum Islam sanksinya wajib dibunuh!” tegas Novel., Selasa (20/4/2021).

Menurutnya, lontaran Jozeph itu jelas-jelas telah menghina ajaran Islam.

“Apalagi (mengaku) urutan nabi ke-26. Jelas sangat menghina sekali ajaran Islam,” sambungnya.

Lagi-lagi, Novel Bamukmin mengait-ngaitkan peristiwa ini dengan paham komunis.

Sebab menurutnya, pernyataan Jozeph itu bagian dari upaya komunis mengadu domba umat beragama agar terjadi konflik hingga menggeser nilai-nilai agama.

“Ini bagian upaya komunis dalam mengadu domba umat beragama agar selalu terjadi gesekan terus menerus dan puncaknya ingin menggeser nilai-nilai agama,” katanya.

Karena itu, Novel meminta Polri agar tidak tinggal diam dan menindak tegas. Bukan saja kepada Jozeph tapi kepada semua pelaku penista agama.

“Aparat segera bertindak tegas dan tidak ada pilih kasih kepada siapapun karena sudah cukup pelaku yang diduga penista agama,” kata Novel.

Jozeph Sebut Yahya Waloni dan Abdul Somad

Jozeph Paul Zhang sepertinya sudah mengetahui bahwa dirinya saat ini tengah dicari-cari polisi.

Kendati demikian, pemilik nama asli Shindy Paul Soerjomoelyono sepertinya tak mau ambil pusing dan menganggapnya sebagai hal yang enteng.

Dalam sebuah video, Jozeph mengaku heran kenapa dirinya dikejar-kejar polisi sampai heboh dengan dugaan penistaan agama.

Sementara, masih banyak orang lain menurutnya telah melakukan penistaan agama tapi tetap aman di Indonesia tanpa ditangkap.

“Yang di Jerman jauh-jauh kalian kejar sampai hebohnya begitu, minta ampun,” ujar Jozeph dalam video tersebut yang dikutip, Selasa (20/4/2021).

Ia lantas membandingkan dirinya dengan dua sosok penceramah.

“Yang di depan kalian, Yahya Waloni sama Abdul Somad enak-enak aja,” katanya enteng.

Jozeph lantas ditanya seorang pengikutnya melalui aplikasi Zoom.

“Barusan lihat berita pak Paul Zhang dicari Bareskrim, diadukan oleh menteri, dan pak Husin (pelapor Jozeph ke Bareskrim),” ujar penanya.

Menangapi hal itu, sosok yang mengaku sebagai nabi ke-26 ini hanya tertawa. Jozeph pun menanggapi hal itu dengan santai.

“Itu sebenarnya politik, ya. Itu politik banget, itu,” ucap Jozeph.

Jozeph juga menyebut bahwa kasus itu sejatinya bukan menyasar dirinya.

“Targetnya bukan ke saya itu sebenarnya,” sambungnya.

Entah apa hubungannya, Jozeph lalu mengait-ngaitkan agama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang memang adalah seorang Kristiani.

“Karena Kapolrinya kan Kristen. Itu jebakan Batman,” ujarnya.

“Nanti didoakan saja supaya pemerintah punya hikmatnya, itu pemerintah diberi hikmat untuk menyelesaikannya karena itu jebakan batman. (Harus) Hati-hati sekali,” katanya.

#jpnn/pojoksatu





 
Top