NAMA Dr. H. Haswan Yunaz, M.M., M.Si. menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dan kecintaan pada ilmu pengetahuan mampu membawa anak nagari dari pelosok Sumatera Barat menuju puncak pengabdian nasional. Pria kelahiran Payakumbuh, 3 Oktober 1960 ini, kini memegang amanah sebagai Rektor Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957 Jakarta.
Keberhasilan Haswan menduduki posisi puncak di dunia akademis merupakan kelanjutan dari karier birokrasinya yang sangat mentereng di jantung pemerintahan Indonesia.
Akar Kuat dari Payakumbuh
Lahir sebagai putra keempat dari delapan bersaudara dari pasangan Nazaruddin Dt. Sati Nan Balapiah dan Yuliana, Haswan menghabiskan masa kecilnya di Payakumbuh. Menariknya, ia memulai pendidikan menengah di sekolah teknik (STN dan STMN Payakumbuh), sebuah latar belakang yang membentuk kedisiplinan dan cara berpikir praktisnya.
Namun, dahaga akan ilmu membawanya merantau ke Jakarta. Ia terus menanjak secara akademik hingga berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Lingkungan dari Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2007, sebuah pencapaian intelektual tertinggi dari kampus kasta pertama di Indonesia.
Karier Gemilang di Kementrian Koordinator
Sebelum mengabdi penuh di dunia pendidikan, Haswan Yunaz adalah sosok kunci di balik berbagai kebijakan sosial dan budaya di Indonesia. Pengalamannya mencakup berbagai posisi strategis, di antaranya:
Deputi Menko PMK & Menko Kesra: Beliau dipercaya mengoordinasikan bidang Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga.
Staf Ahli Menteri: Fokus pada pembangunan daerah tertinggal, perbatasan negara, hingga masalah multikulturalisme dan restorasi sosial.
Diplomasi Pemuda: Aktif sebagai sekretaris pelaksana kerja sama komite pemuda ASEAN, membawa nama Indonesia di kancah regional.
Membangun Generasi Emas di IBI Kosgoro 1957
Setelah purna tugas dari birokrasi, Haswan tidak memilih untuk beristirahat. Ia justru mengambil tantangan baru sebagai Rektor IBI Kosgoro 1957. Di tangan dinginnya, institusi ini terus didorong untuk melahirkan lulusan yang kompeten di bidang bisnis dan informatika, siap menghadapi persaingan global.
Sebagai pemimpin kampus, Haswan dikenal sebagai sosok yang sangat menghargai proses. Ia sering berbagi pengalaman kepada mahasiswanya bahwa kesuksesan bukan hanya soal kecerdasan, tetapi juga soal integritas dan kemauan untuk terus belajar (long-life learner).
Inspirasi bagi Anak Nagari
Kisah Dr. Haswan Yunaz adalah pengingat bagi generasi muda di Payakumbuh dan Sumatera Barat pada umumnya, bahwa keterbatasan fasilitas di daerah bukan penghalang untuk bersinar di ibu kota. Dengan bekal pendidikan yang kuat dan karakter yang kokoh, "anak daerah" bisa menjadi pemimpin di kancah nasional.
Kini, di usia 65 tahun, semangatnya tidak pudar. Ia tetap menjadi sosok bersahaja yang membanggakan ranah Minang, membuktikan bahwa dedikasi untuk bangsa tidak mengenal batas waktu dan profesi.
#wkp/ede


