JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta kepolisian segera memproses pria inisial R, yang telah ditangkap atas dugaan kasus menendang seorang perempuan di Mal Senayan City, Jakarta Pusat.

"Kami meminta kepada pihak kepolisian agar pelaku diproses secara hukum tanpa ada kompromi. Perbuatan kekerasan terhadap perempuan di ruang publik tidak bisa ditoleransi," katanya kepada awak media, Sabtu (19/9/2026).

Habiburokhman mendesak penanganan penganiayaan oleh R dilakukan secara adil dan setara, termasuk dalam hal publikasi wajah tersangka ke masyarakat.

"Jika dalam prosedur standar penanganan kasus serupa, tersangka lain wajahnya diekspos ke publik, pelaku ini juga wajib dilakukan expose wajah," katanya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya pada Jumat (18/9/2026) dinihari menangkap pria berinisial R di Penjaringan, Jakarta.

Penyidik masih memeriksa pelaku bersama empat saksi untuk mendalami motif penganiayaan terhadap seorang perempuan di Mal Senayan City.

Habiburokhman menyambut positif kecepatan aparat dalam merespons insiden dengan menangkap R sebagai terduga pelaku.

"Kami mengapresiasi gerak cepat jajaran Polda Metro Jaya yang berhasil menangkap pelaku penendangan terhadap seorang perempuan di kawasan Senayan City, Jakarta," ujarnya.

Motif Masih Teka-teki

Sebelumnya, langkah tegas diambil aparat kepolisian menyusul viralnya rekaman aksi kekerasan di salah satu pusat perbelanjaan ternama di Jakarta. Tim Opsnal Subdit IV/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil meringkus seorang pria berinisial R (44) yang diduga melakukan aksi penendangan terhadap seorang wanita di Mal Senayan City, Jakarta Pusat.

Pria tersebut diamankan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9/2026) dinihari.

Kasubdit IV/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengonfirmasi bahwa pelaku kini telah berada dalam pengawasan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Lantas, apa sebenarnya motif pria tersebut menendang wanita saat di mal? Sejauh ini belum ada penjelasan lebih jauh.

Sebab, hingga kini, penyidik mengklaim masih bekerja keras mengurai benang merah peristiwa tersebut guna mengungkap motif di balik tindakan keji pelaku.

"Yang bersangkutan telah diamankan. Saat ini penyidik masih mengumpulkan barang bukti serta mendalami kronologi dan motif kejadian," kata Abdul Rahim dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).

Penyidik pun sudah memintai keterangan dari empat saksi yang berada di lokasi kejadian. Proses pemeriksaan masih terus bergulir untuk memastikan perkara ini terang benderang sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Korban Syok dan Trauma

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Jumat (18/9/2026), menyampaikan bahwa korban mengalami syok dan trauma pasca insiden di Mal Senayan City.

"Ini memang harus kita pahami bahwa kita menyampaikan empati juga terkait tentang insiden ini, yang mengakibatkan syok dan trauma bagi korban saat ini," katanya. 

Korban masih menjalani pemulihan setelah mengalami peristiwa itu. Pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan terkait kondisi korban.

"Kita juga akan melihat kondisi korban, apakah dari tersungkur pada saat ditendang ada luka-luka, ada anggota tubuh yang cedera ataupun trauma yang dialami oleh korban," ungkapnya.

Dia mengatakan pihak kepolisian memberikan pendampingan pemulihan trauma kepada korban. Hal itu untuk memastikan kondisi korban kembali pulih.

"Polda Metro Jaya juga memberikan pendampingan trauma healing di dalam menangani perkara terhadap korban tersebut," ucapnya.

Publik Diminta Menahan Diri

Di sisi lain, Kombes Pol Budi Hermanto, meminta publik menahan diri dan tidak membangun spekulasi liar terkait motif penganiayaan tersebut. Ia menegaskan pentingnya menjaga ruang digital dari informasi yang belum terverifikasi.

"Kami mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Percayakan penanganan perkara kepada penyidik dan sampaikan kepada kepolisian apabila memiliki informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut," katanya.

Aksi kekerasan yang juga bertendensi merendahkan martabat wanita ini pertama kali mencuat ke publik melalui rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat suasana di sebuah gerai makanan yang mendadak mencekam. Seorang wanita berbaju putih tampak sedang berdiri mengantre, sementara di belakangnya, seorang pria berkaus hitam tengah duduk menyantap makanan.

Tanpa ada interaksi sebelumnya, pria tersebut tiba-tiba melayangkan tendangan ke arah punggung wanita di depannya. Akibat hantaman tersebut, wanita itu jatuh terpental, menciptakan kepanikan di area gerai.

Tanggapan Pihak Mal

Menanggapi insiden yang mencoreng kenyamanan publik tersebut, pihak manajemen Senayan City akhirnya buka suara. Mereka menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan seluruh pengunjung dan menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan aparat penegak hukum.

"Senayan City senantiasa mengutamakan keamanan serta kenyamanan seluruh pengunjung. Kami siap bekerja sama dengan pihak berwenang sesuai peraturan yang berlaku," demikian pernyataan Senayan City lewat akun Instagram @senayancityjkt, Kamis (17/9/2026).

Selain itu, pihak manajemen juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang menimpa pengunjung tersebut. Mereka berkomitmen untuk tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Kami menghormati privasi seluruh pihak dan mendukung keputusan pihak terkait dalam proses penyelesaian kejadian ini," katanya.

#dtc/kpc








 
Top