NEWYORK, AS -- Seorang mahasiswi senior melucuti pakaiannya selama presentasi tesis dalam upaya untuk melawan 'penilaian yang menindas'.

Peristiwa ini terjadi setelah dosen atau profesornya diduga mengkritik ukuran celana pendek yang dipakai mahasiswanya tersebut.

Saat itu juga, wanita bernama Letitia Chai melepas pakaian dan celana pendeknya di depan profesor dan teman-temannya pada hari Sabtu selama presentasi skripsinya.

Chai mengklaim bahwa ia melakukan tindakan itu sebagai protes terhadap komentar Profesor Rebekah Maggor, dosen di Cornell University, New York,  Amerika Serikat, yang mengomentari celana pendeknya karena dinilai terlalu minim.

Ia kemudian menulis unggahan di Facebook untuk menjelaskan kronologi kejadiannya:

"Hal pertama yang dikatakan profesor itu kepada saya adalah: Apakah kamu serius memakai celana itu? Celanamu terlalu pendek.

"Profesor mulai memberi tahu saya, di depan seluruh kelas saya, bahwa saya mengundang tatapan laki-laki, membuat mereka tidak fokus dengan isi presentasi saya."

"Dia mengatakan bahwa saya membuat pernyataan lewat pakaian saya."

"Saya mengatakan kepadanya bahwa saya yakin tidak akan mengubah pernyataan saya untuk membuatnya atau orang lain merasa lebih nyaman."

Chai memang ingin mempertegas prinsip feminisme dalam hidupnya.

Tak perlu menunggu lama, unggahan Chai tersebut langsung viral.

Untuk memberi klarifikasi, Rebekah Maggor mengatakan kepada The Cornell Daily Sun:

"Saya tidak memberi tahu murid-murid saya apa yang harus dikenakan, juga tidak saya menjelaskan mengenai pakaian yang tepat untuk mereka pakai."

"Saya meminta mereka untuk merenung sendiri dan membuat keputusan sendiri."

Teman-teman Chai mengatakan bahwa komentar Maggor memiliki 'kesalahan dalam mengutarakan' poinnya.

Mereka menyoroti 'pentingnya profesionalisme ketika berbicara di depan umum.'

Mereka juga mengatakan bahwa profesor itu meminta maaf berulang kali untuk komentarnya dan mengakui bahwa 'penilaiannya' pada celana pendek wanita itu mengandung banyak muatan budaya dan politik.

Reaksi media sosial sangat beragam.

Beberapa netizen memuji Chai atas keputusannya untuk melepaskan pakaiannya.

Sementara itu, warganet yang lain melihatnya sebagai sifat 'kekanak-kanakan'.

Seseorang menulis:

"Benar-benar payah, kekanak-kanakan, dan egois."

"Tidak ada yang perlu melihat tubuhnya."

"Ini adalah kemerosotan budaya. Ini adalah taktik yang sering digunakan untuk mencari perhatian."

Ada ljuga yang berkomentar:

"Apakah ini di sekolah menengah atau perguruan tinggi?"

"Mereka seharusnya ditangkap karena bertindak tidak sopan."

"Beberapa orang akan melakukan apa pun demi mencari perhatian!"

Di sisi lain, masih ada netizen yang mencoba membela Chai:

"Saya setuju dengan pendapat wanita ini."

"Dia berdiri dan menyatakan bahwa dia lebih dari pakaiannya."

"Kita semua manusia. Kita semua setara. Jika proses berpikir orang-orang masih seperti ini, mereka tidak akan maju."

(tnv/yoh/bin)
 
Top