PADANG – Jajaran kepolisian Sumatera Barat (Sumbar) terus memburu komplotan pelaku perampokan dan pembunuhan yang menyatroni rumah mewah milik wanita bos Elpiji di kawasan Balimbiang, Kuranji, Padang, sepekan silam.

Beredar informasi bahwa komplotan rampok sadis tersebut kabur dari Kota Padang ke arah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Hal itu merujuk pada jejak penarikan uang di ATM korban yang berhasil pindah ke tangan komplotan.

BACA JUGA: Polisi Selidiki Kasus Perampokan Disertai Pembunuhan di Balimbiang Padang

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto, menjawab konformasi awak media di Padang, Sabtu (30/10/2021), menyatakan pihaknya belum mendapat jawaban pasti. Yang pasti pendalaman kasus tersebut terus dilakukan. 

“Kita masih berusaha menggali informasi, doakan saja semoga pelakunya bisa cepat kita temukan,” kata Satake.

Hal senada juga diungkapkan Kapolresta Padang, Kombes Pol Imran Amir. Kepada awak media, ia menyatakan bahwa timnya kini tengah bekerja keras. Berbagai upaya dilakukan untuk mengungkapkan kasus perampokan dan pembunuhan mengenaskan itu.

“Anggota kita sedang bekerja keras di lapangan. Nanti kalau sudah tertangkap, akan kita kabari,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rumah mewah yang menjadi gudang gas Elpiji di kawasan Balimbiang, Padang, disatroni sekomplotan rampok pada Sabtu (23/10/2021) malam. 

BACA JUGA: Teriak Minta Tolong, Wanita Boss Elpiji di Balimbiang Padang Tewas Ditikam Rampok

Dalam aksinya, seorang wanita parubaya bernama Yulia Netti (58) meregang nyawa setelah ditusuk salah seorang perampok. Diduga pelaku panik karena korban melakukan perlawanan dan meronta-ronta ketika ia bersama rekan sekomplotannya berupaya menyekap seluruh penghuni rumah. 

Dua korban yang berhasil disekap kawanan rampok dalam aksi malam hari tersebut yakni ibu kandung korban, Asni Asnah (80) dan seorang pembantu, Yeni (39). Sementara seorang tenaga keamanan di rumah tersebut, Robi Fernandez (22). 

Sementara itu, suami korban Gusdiantara (60) yang juga sempat melakukan perlawanan, mengalami patah tangan. 

Dalam aksi kali kali kawanan rampok yang jumlahnya diperkirakan lebih dari tiga orang tersebut berhasil membawa kabur satu unit mobil milik korban. Kemudian, mereka juga menggondol perhiasan sebanyak 46 emas raib, uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Rp80 juta, handphone dan perangkat CCTV. Total kerugian materiil akibat aksi kawanan rampok sadis tersebut, Rp320 juta.

#red







 
Top