PESSEL, SUMBAR -- Dua orang pemancing, masing masing Hendra (40) dan Kris (30), terseret ombak di dekat Pulau Marak Nagari Sei Pinang Kecamatan Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (22/7/2018) pagi.

Korban Hendra berhasil ditemukan, namun setelah dievakuasi ke Puskesmas terdekat, pria itu meninggal dunia. Sementara rekannya Kris, hingga berita ini diturunkan, masih dalam upaya pencarian.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, menyebutkan, pada Sabtu (21/7/2018) sekira pukul 13.00 WIB,  kedua korban berikut rekan-rekan mereka satu rombongan berangkat dengan motorboat dari Sungai Pisang, melalui perairan Laut Bungus menuju menuju Pulau Marak. Setiba di Pulau Marak sekira pukul 15.30 WIB,  rombongan langsung beristirahat.

Keesokan paginya, Minggu (22/7/2018) sekira pukul 08.00 WIB, seusai sarapan pagi, mereka mancing di perairan Pulau Marak. Sedangkan korban Hendra dan Kris memancing agak ke tengah, kala itu air sepinggang orang dewasa. Sementara jarak mereka sekitar 15 meter dari bibir pantai Pulau Marak.

Berselang beberapa menit kemudian, salah seorang anggota rombongan melihat Hendra dan Kris terseret ombak. Jarak antara Kris dan Hendra kala itu sekitar 5 meter. 

Teman korban, bernama Hardi, melihat kejadian tak terduga tersebut, langsung memberitahukan kepada teman,-teman yang lain. Mengetahui dua rekan mereka terseret ombak, mereka minta tolong kepada masyarakat sekitar.

Dengan sigap masyarakat di Pulau Marak memberikan pertolongan. Hendra berhasil diselamatkan dari seretan ombak, dibawa ke pinggir pantai, lalu segera dilarikan ke Puskesmas Tarusan. Namun malang,
setelah dicek oleh dokter Puskesmas, diketahui korban sudah meninggal dunia.

Sedangkan korban bernama Kris, beralamat di Jalan Adinegoro No.22, Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Padang, hingga berita ini diturunkan, belum ditemukan. 

Kakak Kandung Pimpinan Umum Kabardaerah.com

Korban Kris ternyata adalah kakak kandung dari Budi Gunawan, Pemimpin Umum Media Online Kabardaerah.com.

Kepada awak media, Budi memaparkan, abangnya itu berangkat meninggalkan rumah di Lubuk Buaya, Sabtu (21/7/2018) pagi. Ia berangkat bersama teman-temannya. Menurut Budi, kala itu, beberapa teman Kris dari Pekanbaru sempat mampir ke rumah di Lubuk Buaya.

Budi tidak tahu pasti apa agenda khusus sang abang dengan teman-temannya hari itu. "Yang pasti hari itu mereka pergi meninggalkan rumah dengan tujuan ke Pulau Marak untuk memancing,” ungkap Budi melalui pesan WhatsApp (WA)-nya.

Menurut Budi, musibah yang menimpa abangnya itu diketahui setelah ia mendapat kiriman pesan dari salah seorang temannya, bahwa dua pemancing di areal Pulau Marak terseret ombak. 

Kepada Redaktur Pelaksana (Redpel) Media Online Pilarbangsanews.com, Yuharzi Yunus, melalui pesan WA Budi menegaskan bahwa korban Kris adalah abang kandungnya. "Itu yang namanya Kris , abang kandung saya, Ayah. Tolong ayah monitor,” tulis Budi untuk rekan seprofesinya yang oleh jurnalis muda akrab dipanggil "Ayah" tersebut. 

Terkait peristiwa tersebut, Yuharzi atas nama Pilarbangasanews mencoba konfirmasi melalui sambungan telepon dengan Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Ferry Herlambang SIK, MH. Namun Kapolres sepertinya sedang rehat karena waktu telah menunjukkan pukul 22:40 WIB. Kapolres tidak mengangkat ponsel.

Upaya lain, ia mencoba menghubungi Kapolsek Tarusan ke ponselnya, namun belum berhasil tersambung.

Dari sumber di lapangan, diperoleh enam nama teman kedua korban, anggota rombongan memancing ke Pulau Marak. 

1. ADIT, 35 Tahun, Minang, Swasta, Pekanbaru.

2. RAFKI, 30 Tahun, Minang, Swasta, Pekan Baru.

3. ANGGA, 35 Tahun, Minang, Dagang, Pekanbaru.

4. HARDI, 30 Tahun, Jawa, Swasta, Pekanbaru.

5. ANDRE, 30 Tahun, Minang, Pedagang, Pekanbaru.

6. ADEK, 45 Tahun, Minang, Tekong/ Membawa boat, Sungai Pisang.

Tentang keberadaan jenazah korban Hendra, seorang pedagang, tinggal di Jalan Paus Pekanbaru, Propinsi Riau, kini masih berada di Puskesmas Tarusan, menunggu keluarga korban datang menjemput. 

(brm/dol/zhy/ede)
 
Top