f: dok.bentengsumbar
PADANG --Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengklaim bahwa virus corona yang tengah mewabah saat ini menjadi bukti kebenaran Al-Qur"an dan ajaran Islam. Semua model dan cara pencegahan yang dilakukan beberapa negara di dunia, termasuk di Indonesia, persis sama tuntunan dalam Al-Qur'an. Contoh, mencuci tangan dengan air sampai bersih, menutup mulut bila batuk dan lain sebaga├Čnya.

"Jauh sebelum virus corona datang, umat Islam sudah terbiasa hidup bersih. Makanya, yang banyak jadi korban corona itu mereka yang hidupnya tidak bersih. Oleh sebab itu, biasakanlah hidup bersih, Insya Allah kita akan terhindar dari virus yang mematikan tersebut," ungkap walikota yang belakangan berjuluk "Buya" ini ketika memberikan sambutan pada penutupan MTQ ke-39 tingkat Kecamatan Kuranji Kota Padang di halaman Masjid Raya Balai Baru Kelurahan Gunung Sarik, Jumat (20/3/2020) malam.

Wako Mahyeldi mengajak masyarakat untuk terus menggalakkan program 18.21 sebagai program penguatan keluarga sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus corona.

"Dengan menerapkan program 18.21, Insha Allah penyebaran Covid-19 dapat kita tekan. Melakukan aktifitas bersama keluarga mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. Salat berjamah, baca al-Qur'an bersama, makan bersama keluarga, dorong anak belajar. Dengan demikian akan mengurangi aktivitas di luar rumah sehingga akan meminimalisir terjangkit Covid-19," ujar Mahyeldi.

Guna mengantisipasi penyebaran virus corona tersebut di Kota Padang, Mahyeldi mengaku telah mengeluarkan sejumlah kebijakan sesuai instruksi yang diberikan pemerintah pusat.

Seperti meliburkan anak sekolah dari TK, SD dan SMP selama dua pekan terhitung sejak tanggal 19 Maret sampai 1 April 2020. Kemudian melakukan program pembersihan rumah ibadah, kantor, sekolah dan fasilitas umum lainnya dengan cara penyemprotan disinfektan yang dinilai cukup efektif untuk meminimalisir perkembangan virus corona.

"Selanjutnya, bagi bapak atau ibu yang suka berpergian keluar daerah terutama daerah-daerah yang dinyatakan pandemi corona maka sepulang dari sana, akan saya jadikan ODP ( Orang Dalam Pemantauan). Turun dari pesawat di BIM, langsung di scanner dulu. Kalau suhu tubuhnya di atas 37 derajat, segera kita kirim ke RSUP M Djamil untuk diberikan perawatan khusus," kata Walikota sembari menjelaskan SOP penanganan virus corona.

Hadir mendampingi Wali Kota Padang, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Amrizal Rengganis, Kasubag Publikasi dan Dokumentasi Tafrizal, Kepala Bagian Kesra Amriman dan Kasubag Bina Spritual Kesra Zul Asfi Lubis.

(rel)
 
Top