BOGOR, JABAR -- Pemerintah Kota Bogor akan melakukan penataan kawasan di dua lokasi, yaitu di Taman Ade Irma Suryani (Taman Topi) dan Pasar Bogor pada tahun 2020 mendatang. Taman Topi akan diubah  menjadi kawasan alun-alun yang terintegrasi dengan Masjid Agung dan Stasiun Bogor. Sementara kawasan Pasar Bogor akan ditata mulai dari pedestrian terlebih dahulu.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan ada dua lokasi yang akan ditata oleh Pemkot Bogor. Pertama, kawasan Taman Topi yang akan menjadi alun-alun dan Pasar Bogor yang akan ditata mulai dari pedestrian.

"Kontrak (Taman Topi) selesai Desember tahun ini. Nanti akan dibangun taman senilai Rp 18 miliar yang terintegrasi dengan masjid," ujar Bima saat meninjau di pedestrian Suryakencana, Selasa (2/7/2019) siang.

Bima melanjutkan, pembangunan taman akan menggunakan dan hibah dari Provinsi Jawa Barat. Konsep taman tersebut akan seperti alun-alun yang terintegrasi dengan masjid.

"Pembangunan dari dana hibah Provinsi Jawa Barat. Ya, konsepnya menjadi alun-alun kota. Dana hibah bantuan provinsi. Artinya Kota Bogor punya alun alun," katanya.

Kedepan, tak hanya terintegrasi dengan masjid namun akan terhubung dengan Stasiun Bogor. Hamparan alun-alun juga tidak akan memiliki basement.

"Nanti juga terintegrasi dengan PT KAI. Mereka masih konsolidasi, butuh waktu dua bulan. Konsepnya tidak ada basement. Bentuknya selayaknya alun alun. PKL yang disana sudah diatur mana yang masuk ke blok F, Nyi Raja Permas dan lain-lain," ujarnya. 

(rel/bin)
 
Top