BAYANGKAN memulai usaha tanpa modal sepeser pun, hanya bermodalkan tekad kuat dan kepercayaan kepada Allah Swt. Itulah perjalanan hidup Haji Yasmar, pendiri dan owner Budiman Swalayan yang kini menjadi salah satu jaringan swalayan terbesar dan paling dikenal di Sumatera Barat. Kisahnya adalah bukti bahwa kesuksesan sejati lahir dari ketekunan, inovasi dan prinsip hidup yang lurus.

Haji Yasmar memulai perjalanan bisnisnya sejak akhir tahun 1990-an di Bukittinggi. Setelah lulus kuliah jurusan pariwisata di Padang, ia sebenarnya ingin merantau ke Jakarta mencari pekerjaan. Namun, permintaan ibunya membuat ia melanjutkan toko keluarga kecil bernama Toko Barang Harian Budiman.

Pada tahun 1999, ia resmi mendirikan toko tersebut di Jalan Soekarno Hatta Nomor 26, Pasar Bawah, Bukittinggi. Awalnya hanya toko sederhana yang menyediakan kebutuhan sehari-hari. Tanpa modal besar, Haji Yasmar rela menjual mobil pribadinya dan meminjam bantuan dari orang baik untuk membuka cabang kedua.

Pada 2004, ia menambah gerai di Pasar Aur Kuning. Sekitar tahun 2010, toko tersebut bertransformasi menjadi Budiman Swalayan modern dan relokasi ke tanah milik sendiri di Jalan Sutan Syahrir Nomor 4, Tarok Dipo, Bukittinggi.

Dengan kerja keras, visi jangka panjang, dan strategi ekspansi yang tepat, Budiman Swalayan terus berkembang pesat hingga memiliki belasan hingga puluhan outlet yang tersebar di berbagai kota di Sumatera Barat, termasuk Padang, serta mulai merambah ke Pekanbaru dan Bogor.

Beliau sering berbagi kisah suksesnya dalam seminar, menekankan kunci utama: kejujuran, pelayanan terbaik, manajemen baik, serta selalu mengingat Allah dalam setiap langkah.


Saat ini, Haji Yasmar tidak hanya dikenal sebagai pengusaha ritel sukses, tetapi juga sebagai inspirator generasi muda Minang untuk berani berwirausaha meski dimulai dari nol. Perjalanannya penuh jatuh bangun, tapi kegigihan dan keyakinan membuatnya mampu membangun “wajah baru swalayan Minangkabau” yang modern, lengkap, dan terpercaya.

Penutup:

Budiman Swalayan di bawah kepemimpinan Haji Yasmar bukan sekadar tempat belanja biasa, melainkan contoh nyata bisnis ritel yang dijalankan dengan etika dan prinsip berbasis syariah — menjaga kehalalan produk, transparansi harga, pelayanan adil, serta menghindari praktik riba dan kecurangan.

Kesuksesan beliau membuktikan bahwa bisnis duniawi bisa selaras dengan nilai keislaman sekaligus memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas.

Semoga kisah Haji Yasmar ini memotivasi Anda untuk tidak takut memulai, meski dari bawah. Dengan tekad, doa, dan kerja keras, mimpi besar pasti bisa terwujud!

#saz/ede




Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top