SAWAHLUNTO, SUMBAR -- Jika sebelumnya Sawahlunto masih merupakan "zona hijau" bagi Provinsi Sumatera Barat, maka terhitung mulai hari ini, Minggu (24/5/2020), kota tambang ini resmi berstatus "zona merah" setelah dua warganya dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19. 

Dua warga tersebut masing-masing berinisial "DC" (33) dan "HES" (63) berasal dari Kecamatan Talawi. Mereka dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan tes swab sampel lendir hidung terhadap 1.200 orang yang dilakukan oleh Pemko Sawahlunto, Rabu (20/5/2020) lalu, bekerjasama dengan Pusat Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran UNAND Padang, di Gedung Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto, Yasril, SKM, MM, kepada awak media di Sawahlunto, Minggu (24/5/2020) pagi, mengatakan, berdasarkan hasil penelitian Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Andani Eka Putra, MSc yang diterimanya, kedua warga itu positif Covid-19 itu masuk katergori orang tanpa gejala (OTG). Setelah mendapat kabar tersebut, pihak pemerintah dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat langsung mengeksekusi keduanya untuk selanjutnya diisolasi.

"Korban terkonfirmasi Covid-19 berinisial HES malam itu juga diisolasi ke BDTBT, Sementara korban terkonfirmasi DC cukup dilakukan isolasi mandiri di rumah dengan pertimbangan tengah memiliki dua anak yang masih kecil-kecil, tentunya mengikuti ketentuan sesuai prosedur protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Mereka dinyatakan positif Covid-19 setelah melalui tes swab sampel lendir hidung." ungkap Yasril.

Mengantisipasi tidak meluasnya pandemi Covid-19 di Sawahlunto, pihak Gugus Tugas setempat langsung melakukan tracing dengan siapa saja keduanya melakukan kontak dan berpotensi tertular. Dari upaya tracing itu terdapat 9 orang yang berpotensi tertular dari korban positif HES. Mereka langsung diisolasi ke BDTBT.

Diketahui, HES merupakan tokoh masyarakat di lingkungannya. Ia juga merupakan seorang pengurus masjid di desa setempat. 

"Semua warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab sudah kami amankan dan diisolasi di BDTBT malam itu juga, termasuk rekan kontak HES yang ikut rapat di masjid tempat korban positif mengabdi di lingkungan masyarakatnya. Sedang untuk istri dan anak-anak beliau dikarantina mandiri di rumahnya, belum dibawa untuk diisolasi ke BDTBT," papar Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sawahlunto, Adri Yusman yang dihubungi terpisah.

Ditegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan tracing dengan siapa saja korban positif HES melakukan kontak, mengingat yang bersangkutan tidak melakukan perjalanan keluar daerah. 

Ada dugaan, warga lain dari luar yang membawa virus tersebut lalu kontak dengan HES yang disebut sebagai orang tanpa gejala (OTG)

Terkait warga positif DC yang tinggal di sebuah komplek pemukiman sebuah BUMN di Desa Talawi Hilir, menurut Adri Yusman, yang bersangkutan pada pekan lalu berada selama sepekan di Kota Padang. Sementara di Sawahlunto hanya kontak dengan pedagang sayuran di komplek perumahan tersebut. Di lain pihak, suaminya berinisial "BA" berdasarkan hasil tes swab dinyatakan negatif Covid-19, kemudian dua anaknya belum dilakukan tes swab.

"Kami akan terus melakukan tracing sejauh mana dan dengan siapa korban melakukan kontak, termasuk dari mana korban positif ini terinfeksi covid-19. Fokus lainnya, melakukan tracing terhadap pedagang kampas berinisial "H" dari Solok yang juga dinyatakan positif Covid-19. Pria ini merupakan penyuplai barang makanan ke berbagai kedai dan toko di Kota Sawahlunto. Semua kedai yang terindikasi pelanggan akan kami teliti," papar Adri. 

(oel)
 
Top