PADANGPANJANG, SUMBAR -- Inna lillaahi waa inna ilaihi raajiuun. Segenap civitas akademika Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang berkabung. 

Imal Yakin, dosen sekaligus Pembantu Dekan Fakultas Seni Pertunjukan di kampus seni tersebut meninggal dunia setelah berjuang melawan keganasan virus corona. 

Ia menghembuskan nafas terakhir Selasa (24/11/2020) kemarin, menjelang magrib, dalam perjalanan dari RSUD Padang Panjang menuju RS Unand di Padang. Ajal keburu menjemput di tengah perjalanan, kala mobil ambulans melintasi kawasan Kayu Tanam.

Kepada awak media, Ediantes, salah seorang dosen ISI Padang Panjang, memaparkan, kabar duka datang dari istri mendiang, Herlina, yang kebetulan satu ambulans dengan sang suami. 

Ediantes menyebutkan, Imal Yakin dan sang istri tadinya sama-sama diisolasi di RSUD Padang Panjang. "Mereka diisolasi sejak seminggu yang lalu," imbuhnya  Seperti halnya rektor dan sejumlah pimpinan ISI Padang Panjang lainnya, pasutri itu disolasi lantaran terkonfirmasi positif Covid-19.

“Beliau dan istri positif covid, sama-sama diisolasi di RSUD. Lantaran kondisinya memburuk, beliau akan dirujuk ke RS Unand. Namun dalam perjalanan ajal datang menjemput,” ucap Ediantes.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang H. Nuryanuwar, menjawab konfirmasi awak media setempat membenarkan informasi meninggalnya Imal Yakin. 

“Benar, satu lagi pasien positif covid meninggal. Namanya Imal Yakin, dosen ISI Padang Panjang,” sebutnya.

Usai dinyatakan meninggal, almarhum dibawa kembali ke RSUD Padang Panjang. Sedianya, Selasa (24/11/2020) malam, jasad Imal Yakin akan langsung dikuburkan dengan standar covid di Pandam Pekuburan Perwaliko. Namun, karena faktor cuaca terpaksa diundur ke hari ini, Rabu (25/11/2020).

“Nakes kami sebenarnya sudah siap untuk pemulasaran jenazah, namun kabarnya petugas penggali kubur tidak siap, karena faktor cuaca. Jadi, besok akan dikuburkan dengan standar covid,” ungkap Nuryanuwar, Selasa (24/11/2020) malam.

Dengan meninggalnya dosen yang juga Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI  tersebut, maka total pasien meninggal di Padang Panjang bertambah menjadi 7 orang. 

“Totalnya sudah 7 orang. Karena itu, saya ingatkan semua elemen agar lebih waspada. Patuhilah protokol kesehatan, jangan diabaikan,” tegasnya. 

(jas/ede)

 
Top