KOTA Batam resmi memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Dr. Amsakar Achmad, M.M. Sejak 20 Februari 2025 lalu, tokoh birokrat senior ini resmi memegang amanah ganda yang sangat strategis: sebagai Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Melihat posisinya yang mentereng saat ini, banyak orang mungkin mengira perjalanan kariernya berjalan mulus begitu saja. Namun, jika kita menengok ke belakang, rekam jejak pria kelahiran 1 Agustus 1968 ini benar-benar bisa dibilang "gila" dan penuh perjuangan. Siapa sangka, sang penguasa Batam saat ini mengawali segalanya benar-benar dari bawah, yakni sebagai pegawai Hansip!

Bagaimana transformasi luar biasa ini bisa terjadi? Yuk, kita bedah rekam jejak luar biasa Dr. Amsakar Achmad!

1. Mengawali Karier Sebagai Pegawai Hansip

Setelah menamatkan pendidikan Sarjana Sosiologi di Universitas Riau pada tahun 1994, Amsakar sempat mengabdi sebagai dosen luar biasa. Barulah pada tahun 1997, ia memutuskan ikut seleksi CPNS dan dinyatakan lulus.

Jabatan pertama yang ia lakoni bukanlah posisi mentereng di kantor dinas, melainkan bergabung dengan Markas Wilayah Pertahanan Sipil (Mawil Hansip) Pemerintah Kota Batam. Dari sinilah mentalitas pelayanan publiknya ditempa.

2. Setia Meniti Tangga Birokrasi Selama Belasan Tahun

Kerja keras dan kedisiplinannya membuat karier Amsakar perlahan tapi pasti merangkak naik. Pada tahun 2000, ia ditarik ke Sekretariat Daerah Kota Batam. Di sana, ia mencicipi berbagai posisi penting dari bawah:

Kasubag Tata Usaha Pimpinan dan Keuangan (2000–2001)

Kasubag Perlengkapan (2001–2002)

Kasubag Perundang-undangan Bagian Hukum (2002–2004)

Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum (2004–2005)

Kepala Bagian Umum (2005–2011)

Puncaknya, ia dipercaya menjabat sebagai kepala dinas, mulai dari Kepala Dinas PMP-KUKM (2011–2012) hingga Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Kota Batam (2012–2015). Pengalaman matang inilah yang membuatnya sangat menguasai seluk-beluk dapur pemerintahan Batam.

3. Dua Periode Setia Sebagai Wakil Wali Kota

Setelah hampir dua dekade mengabdi sebagai ASN, Amsakar mengambil keputusan besar untuk pensiun dini demi terjun ke panggung politik. Ia maju sebagai Wakil Wali Kota Batam mendampingi Muhammad Rudi. Dedikasinya teruji lewat kepemimpinan selama dua periode berturut-turut, yaitu periode 2016–2021 dan 2021–2024.


4. Sapu Bersih Kemenangan dengan Sokongan Koalisi Raksasa

Matang di birokrasi dan populer di politik membuat posisi Amsakar makin tak tergoyahkan pada Pilkada Batam lalu. Maju sebagai Calon Wali Kota berpasangan dengan Li Claudia Chandra, ia disokong oleh koalisi raksasa yang berisi hampir seluruh parpol besar (Golkar, Gerindra, NasDem, PKS, PKB, Demokrat, PAN, Hanura, PSI, PPP, Garuda, dan PKN).

Hasilnya? Pasangan ini menyapu kemenangan mutlak dengan raihan 278.132 suara atau setara dengan 66,01%.

5. Meraih Gelar Doktor dan Memimpin "Batam Satu Atap"

Tidak hanya kenyang pengalaman lapangan, Amsakar juga membuktikan kapasitas akademiknya dengan resmi menyandang gelar Doktor (S3) dari Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan (STIPAN) Jakarta pada tahun 2025.

Kini, dengan jabatan ganda sebagai Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Dr. Amsakar Achmad memegang kendali penuh untuk menyatukan dualisme kebijakan yang sempat ada di masa lalu. Perjalanan hidup sang mantan pegawai Hansip ini adalah bukti nyata bahwa ketekunan, kompetensi, dan komitmen yang dimulai dari bawah bisa membawa seseorang menuju puncak kepemimpinan tertinggi.

#wkp/bin




 
Top