DUNIA pendidikan dan wirausaha Sumatra Barat telah kehilangan salah satu putra terbaiknya. H. Herman Nawas, tokoh edukasi dan pengusaha nasional yang dikenal luas sebagai pendiri Universitas Putra Indonesia (UPI) “YPTK” Padang. Sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan teknologi dan SDM di ranah Minang ini berpulang pada Sabtu, 31 Oktober 2020 lalu, di kediamannya, Gurun Laweh, Kota Padang, pada pukul 19.17 WIB.

Kepergian Herman Nawas meninggalkan warisan besar yang mengubah lanskap pendidikan tinggi di Pulau Sumatra. Bersama sang istri, Dr. Zerni Melmusi, MM, Ak, ia berhasil membangun imperium pendidikan berbasis teknologi modern yang kini melahirkan puluhan ribu lulusan kompeten.

Masa Muda dan Jiwa Pejuang yang Mengalir

Lahir pada 7 Agustus 1955, Herman Nawas merupakan anak kelima dari sepuluh bersaudara dari pasangan Abu Nawas dan Nurbaya. Jiwa kerja keras dan tangguh tampaknya sudah mengalir sejak dini. Ayahnya adalah seorang pedagang suvenir di Bandara Tabing, sementara dari garis keturunannya, sang kakek tercatat sebagai salah satu tokoh pejuang perlawanan rakyat Silungkang pada tahun 1927.

Herman menghabiskan masa sekolahnya di Kota Padang hingga lulus sekolah menengah pada tahun 1974. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Prayoga Padang dan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas. Sempat merantau dan bekerja di kawasan Kuningan, Jakarta, panggilan untuk membangun kampung halaman membawanya kembali ke Padang pada tahun 1981.

Pionir Kampus Komputer Pertama di Sumatra

Langkah visioner Herman Nawas dimulai pada tahun 1985. Di era saat teknologi komputer masih menjadi barang langka, ia bersama sang istri mendirikan Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (YPTK) Padang dengan membuka Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK “YPTK”). Ini merupakan akademi komputer pertama yang berdiri di Pulau Sumatra.

Melihat antusiasme yang tinggi, ekspansi pendidikan terus ia lakukan:

1986: Mendirikan Akademi Akuntansi dan Manajemen Program Komputer (AAMPK).

1987: Mendirikan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK).

1992: Mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE).

1999: Mencetak sejarah dengan mendirikan Program Studi Magister Manajemen (S2) pertama di wilayah KOPERTIS Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi, dan Kepri), mengungguli kampus negeri dan swasta lain saat itu.

Transformasi besar terjadi pada 16 Mei 2001. Setelah menambah Fakultas Psikologi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, serta Fakultas Teknologi Industri, seluruh lembaga tersebut resmi melebur menjadi Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang.

Di bawah kepemimpinannya, UPI YPTK tidak berhenti berinovasi. Pada tahun 2003, kampus ini mendapatkan izin membuka Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer (S2) pertama dan satu-satunya di luar Pulau Jawa. Keberhasilan ini disempurnakan pada awal tahun 2019 dengan dibukanya Program Doktor (S3) di bidang Manajemen pertama untuk PTS di wilayah LLDIKTI Wilayah X.


Aktif di Organisasi Sosial dan Keagamaan

Selain dikenal sebagai tokoh pendidikan dan pengusaha sukses, Herman Nawas merupakan figur yang aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Ia dipercaya memegang tongkat kepemimpinan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gebu Minang Kota Padang, sebuah organisasi sosial yang bergerak di bidang ekonomi dan kebudayaan masyarakat Minangkabau.

Tak hanya itu, kedekatannya dengan nilai-nilai spiritual membuatnya diamanahkan sebagai Ketua DPW Forum Komunikasi Alumni Emotional Spiritual Quotient (ESQ) Sumatra Barat. Semasa hidupnya, ia dikenal memiliki hubungan yang erat dengan berbagai tokoh daerah, termasuk mantan Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah.

Kini, meski sang pelopor telah tiada, semangat dan dedikasinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa akan terus hidup melalui ribuan civitas akademika dan alumni UPI YPTK yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dunia pendidikan Sumatra Barat memberikan penghormatan tertinggi bagi almarhum H. Herman Nawas (7 Agustus 1955 – 31 Oktober 2020). Beliau adalah sang pionir yang mendirikan akademi komputer pertama di Pulau Sumatra pada tahun 1985, yang kini menjelma menjadi Universitas Putra Indonesia (UPI) "YPTK" Padang.

Bermula dari langkah berani bersama sang istri, Dr. Zerni Melmusi, MM, Ak, beliau berhasil membangun institusi swasta pertama di LLDIKTI Swasta Wilayah X yang memiliki program S2 Magister Komputer hingga S3 Doktor Manajemen. Selain fokus di dunia pendidikan, tokoh Minang ini juga aktif memimpin DPD Gebu Minang Kota Padang dan DPW Forum Komunikasi Alumni ESQ Sumbar.

#wkp/ede




 
Top