MENAKHODAI daerah urban membutuhkan kombinasi antara keahlian teknis dan kelincahan politik. Kriteria inilah yang melekat pada Ir. H. Riza Falepi, M.T., gelar Datuak Rajo Kaampek Suku. Pria kelahiran 17 Juni 1970 ini adalah wali kota visioner yang sukses memimpin Kota Payakumbuh selama dua periode (2012–2022).

Berbekal latar belakang sebagai insinyur telekomunikasi lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pengusaha mapan, ia membawa pendekatan yang terukur, inovatif, dan berbasis data dalam memimpin kota kelahirannya.

Gemblengan Akademis dan Karier Profesional di Bidang Teknologi

Riza Falepi tumbuh di Payakumbuh sebelum menamatkan pendidikan menengahnya di SMAN 13 Jakarta. Ia kemudian merengkuh gelar Sarjana (S1) Teknik Elektro dan Magister (S2) Teknik dan Manajemen Industri di ITB. Semasa kuliah, ia aktif di organisasi keislaman kampus seperti GAMAIS ITB dan Pustena Salman ITB.

Lulus dari Kampus Ganesha, Riza langsung berkarier di industri teknologi tinggi dan telekomunikasi. Ia pernah menduduki berbagai posisi strategis, di antaranya:

R&D dan Project Manager di PT Compact Microwave Indonesia (CMI) Bandung.

System Engineer di PT Intidaya Sistelindomitra (Globalstar Indonesia).

Manager IBS di PT Indonesian Tower.

Sejak tahun 2001, ia juga mengepakkan sayap sebagai wirausaha mandiri di sektor ICT (Information and Communication Technology) melalui Arp Co. Business Group.

Lompatan Politik: Dari Senator DPD-RI Menuju Kursi Wali Kota

Karier politik Riza dimulai sejak bergabung dengan PKS pada tahun 2000. Setelah matang di struktur partai, ia maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Sumatra Barat pada Pemilu 2009. Sang teknokrat sukses mengunci kursi senator setelah bertengger di peringkat ketiga dengan raihan 152.475 suara sah.

Menariknya, untuk kontestasi tingkat provinsi, Riza kala itu hanya menghabiskan dana kampanye sekitar Rp200 juta—sebuah angka yang dinilai sangat efisien dan bersih.


Satu Dekade Memimpin Payakumbuh (2012–2022
)

Panggilan membangun kampung halaman membuat Riza rela menanggalkan kursi senatornya di Senayan pada 2012 untuk bertarung di Pilkada Payakumbuh.

Periode Pertama (2012–2017): Berpasangan dengan birokrat Suwandel Muchtar, pasangan yang diusung koalisi PKS-PDIP ini memenangi kontestasi sengit di antara 7 pasang kandidat dengan raihan 36,1% suara.

Periode Kedua (2017–2022): Gaya kepemimpinannya yang fokus pada infrastruktur membuat kepuasan publik tetap tinggi. Menggandeng pengusaha Erwin Yunaz, Riza menang mutlak dengan 43,62% suara.

Di bawah komandonya, Payakumbuh bertransformasi melalui modernisasi tata ruang, pelayanan publik berbasis digital, serta penguatan UMKM lokal.

Harmoni Keluarga

Di balik kesuksesannya, Riza Falepi didampingi oleh sang istri, Dr. Henny Yusnita Zubir, seorang akademisi dan mantan dosen ITB. Pernikahan mereka dikaruniai tiga orang anak: Aisyah Mardhiyyah, Yusuf Abdur Rahman, dan Maryam Khairunnisa. Kombinasi latar belakang teknis yang kuat dan integritas menjadikannya salah satu potret sukses teknokrat di panggung politik daerah.

#wkp/ede




 
Top