DI PANGGUNG militer dan hukum Indonesia, nama Mayor Jenderal TNI (Purn) Syamsu Djalal, S.H., M.H., dikenal sebagai sosok perwira tinggi baret biru yang tegas, berani dan sarat prestasi. Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, 22 Desember 1943 ini menempuh pengabdian panjang yang melintasi dua dunia: ketegasan komando militer dan penegakan hukum nasional hingga akhir hayatnya pada 19 Desember 2025.

Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1965 ini mematangkan kariernya di jajaran Corps Polisi Militer (CPM). Kombinasi kedisiplinan prajurit penjaga moral TNI dan kecerdasannya di bidang hukum menjadikannya sebagai salah satu jenderal legendaris yang disegani.

Puncak Karier Militer: Menakhodai Puspom ABRI hingga Jamintel

Keteguhan prinsip Syamsu Djalal mengantarkannya ke berbagai posisi strategis di pusat kekuasaan dan penegakan hukum tinggi negara, di antaranya:

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) ABRI: Di posisi top ini, ia memegang tongkat komando tertinggi dalam penegakan disiplin, hukum, dan tata tertib di lingkungan angkatan bersenjata.

Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI: Kiprahnya meluas ke ranah sipil saat dipercaya mengawal sektor intelijen yudisial, sebuah jabatan krusial dalam mendeteksi dan mencegah ancaman terhadap keamanan serta ketertiban hukum negara.

Kiprah Sipil: Dari Pengacara Senior, Anti-Korupsi, hingga Tokoh PKDP

Setelah melepaskan seragam lorengnya, semangat pengabdian Syamsu Djalal tidak pernah padam. Ia melangkah mantap ke dunia sipil sebagai pengacara profesional dan aktif memimpin berbagai organisasi kemasyarakatan, sosial, hingga korporasi:

Nasional Corruption Watch (NCW): Menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina, sebuah wadah perjuangan dalam mengawal transparansi dan memberantas praktik korupsi di tanah air.


Forum Bersama Laskar Merah Putih (FB-LMP): Dipercaya memegang tongkat kepemimpinan sebagai Ketua Umum, menggantikan mendiang Eddy Hartawan, Ketua Umum terdahulu sekaligus Pendiri FB-LMP.

Koperasi Taksi (Kosti): Duduk sebagai Ketua Dewan Pembina untuk mengayomi sektor transportasi.

Sebagai putra asli Ranah Minang, Syamsu Djalal juga menaruh perhatian besar terhadap silaturahmi perantau. Kepeduliannya ini membuatnya didaulat sebagai Ketua Dewan Penasihat DPP PKDP (Persatuan Keluarga Daerah Piaman), sebuah organisasi paguyuban yang menaungi masyarakat Padang Pariaman perantauan di seluruh penjuru dunia.

Merambah Dunia Politik: Sang Deklarator Partai Berkarya

Jejak langkah Syamsu Djalal juga mewarnai dinamika politik nasional. Ia tercatat sebagai salah satu pendiri awal sekaligus pemimpin yang mengawal kelahiran Partai Berkarya, yang secara resmi dideklarasikan pada 13 Mei 2016 sebagai wadah perjuangan politiknya di era reformasi.

Mayjen (Purn) Syamsu Djalal telah berpulang, namun rekam jejaknya sebagai jenderal polisi militer yang lurus, pengacara yang vokal, serta Niniak Mamak bagi warga Piaman perantauan akan selalu membekas sebagai warisan inspirasi yang berharga bagi bangsa dan tanah kelahirannya, Sumatera Barat.

#wkp/bin




Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top