LATAR belakang keluarga politisi dikombinasikan dengan ketajaman naluri dunia usaha sering kali melahirkan sosok pemimpin daerah yang berani mendobrak pakem konvensional demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berkiblat internasional.

Dilahirkan di Lintau Buo Utara pada 13 September 1949, Masriadi Martunus tumbuh besar dengan mewarisi darah kepemimpinan dari kakeknya yang pernah menjabat sebagai Bupati Tanah Datar periode 1951–1958.

Titik awal perjalanan profesional Masriadi Martunus dimulai sebagai seorang pengusaha mapan di ibu kota yang memiliki visi luas termasuk mendalami konsep rekayasa keuangan global saat melakukan studi banding ke Britania Raya pada tahun 1975.

Titik balik agung dalam kehidupan karier Masriadi Martunus tercipta pada 6 September 2000 ketika beliau berhasil memenangkan pemungutan suara di lembaga legislatif untuk menjabat sebagai Bupati Tanah Datar ke-9.

Meskipun awal pelantikannya sempat diwarnai gelombang unjuk rasa dari kubu lawan, Masriadi Martunus langsung membuktikan kapasitasnya dengan merampingkan struktur dinas daerah secara radikal dari dua puluh satu menjadi delapan instansi saja.

Ketegasan kepemimpinan Masriadi Martunus terlihat nyata saat beliau menerapkan pakta integritas berupa sistem kontrak jabatan eselon serta mewajibkan tes potensi akademik hingga TOEFL bagi seluruh pegawai negeri sipil.

Inovasi keuangan yang digagas oleh Masriadi Martunus terbukti sukses membawa Pendapatan Asli Daerah Tanah Datar melonjak drastis dari satu koma tujuh miliar rupiah menjadi lima belas miliar rupiah di akhir masa jabatannya.


Di sektor pendidikan, Masriadi Martunus mengalokasikan hampir separuh APBD untuk menaikkan peringkat kelulusan daerah dari posisi belas ke peringkat terbaik di seluruh Provinsi Sumatera Barat.

Keberhasilan program guru magang dan standar kelulusan kreasi Masriadi Martunus akhirnya menarik perhatian Bank Dunia hingga membawa beliau diundang memaparkan gagasannya di Universitas Harvard Amerika Serikat pada April 2005.

Langkah perjuangan politik Masriadi Martunus sempat menemui fase titik rendah ketika ia mengalami kekalahan saat mencalonkan diri kembali pada Pilkada langsung perdana bulan September 2005.

Pasca-pensiun dari kursi eksekutif daerah, Masriadi Martunus memilih kembali ke Jakarta untuk mengurus dunia bisnisnya sembari tetap memberikan sumbangsih pemikiran bagi kemajuan ranah Minang.

Komitmennya terhadap Tanah Datar kembali terlihat saat Masriadi Martunus bersedia menduduki posisi dewan penasehat tim pemenangan daerah pada kontestasi politik lokal tahun 2020.

Perjalanan hidup tokoh visioner bergelar Datuk Rajo Penghulu ini akhirnya paripurna ketika Masriadi Martunus menghembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada 12 Maret 2021.

Kiprah emas Masriadi Martunus kini abadi dikenang oleh masyarakat sebagai pelopor utama modernisasi birokrasi dan pendidikan yang berhasil membawa nama baik Kabupaten Tanah Datar ke panggung dunia.

#wkp/bin




Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top