KETANGGUHAN mental yang ditempa dari kerasnya dunia militer sering kali melahirkan gaya kepemimpinan yang tak hanya disiplin tetapi juga taktis dalam mengawal arah pembangunan daerah.

Dilahirkan di Pasar Baru, Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) pada 28 November 1950, Darizal Basir menyelesaikan masa sekolah menengahnya di Kota Padang sebelum akhirnya memantapkan langkah kedinasan ke Pulau Jawa.

Titik awal perjalanan profesional Darizal Basir dirintis dengan dedikasi tinggi setelah berhasil lulus dari Akademi Militer di Magelang pada tahun 1973.

Selama lebih dari dua dekade mengabdi di jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD),  Darizal Basir menempa keahlian infanteri dan kepemimpinan teritorial yang sangat kuat.

Puncak karir militer lapangan diraih dengan gemilang ketika Darizal Basir dipercaya untuk memegang tongkat komando sebagai Komandan Distrik Militer 0506/Tangerang pada tahun 1993.

Titik balik agung dalam kehidupan Darizal Basir tercipta pada tahun 1995 saat beliau mendapatkan amanah besar untuk memimpin kampung halaman sebagai Bupati Pesisir Selatan.

Selama dua periode berturut-turut menakhodai bumi sejuta pesona hingga tahun 2005, Darizal Basir meletakkan fondasi pembangunan wilayah yang kokoh termasuk berpasangan dengan Nasrul Abit pada periode keduanya.

Sembari memimpin daerah, Darizal Basir tetap memprioritaskan peningkatan kapasitas diri dengan merampungkan studi tinggi administrasi di STIA LAN Jakarta serta menuntaskan program KSKA di Lemhannas.


Langkah perjuangan politik Darizal Basir sempat menemui fase titik rendah pasca-menyelesaikan jabatan eksekutif daerah ketika beliau harus rehat sejenak dari panggung kekuasaan struktural formal.

Namun ketangguhan figur Darizal Basir teruji saat beliau memutuskan bergabung dengan Partai Demokrat dan meluaskan jangkauan pengabdiannya ke tingkat nasional pada tahun 2009.

Kepiawaian dan basis massa yang mengakar kuat membuat Darizal Basir sukses memenangkan mandat rakyat untuk duduk sebagai Anggota DPR-RI dari daerah pemilihan Sumatra Barat I.

Selama lima belas tahun memperjuangkan hak-hak daerah di Senayan hingga tahun 2024, Darizal Basir aktif memberikan sumbangsih pemikiran besar termasuk menjadi anggota Pansus RUU Desa.

Di samping kesibukan legislatif, Darizal Basir juga konsisten menjaga ikatan emosional dengan perantau dan warga lokal lewat peran aktifnya sebagai Anggota Dewan Penasihat Ikatan Keluarga Pesisir Selatan.

Kiprah panjang Darizal Basir hingga usia senjanya kini menjadi salah satu potret nyata keberhasilan perwira TNI yang bertransformasi menjadi politisi sipil yang dicintai di ranah Minang.

#wkp/ede





Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top