EKOS Albar dilahirkan di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Ia lahir dari keluarga perantau dan pegawai sipil daerah.

Ia tumbuh dan menetap di Kota Payakumbuh untuk menyelesaikan seluruh jenjang pendidikan formal dari tingkat taman kanak-kanak hingga lulus dari SMA Negeri 3 Bukik Sitabuah Payakumbuh pada tahun 1990.

Pendidikan tingginya diselesaikan di Jurusan Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin) Bandung hingga meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1995.

Selanjutnya, ia menamatkan program Magister Manajemen di Universitas Borobudur pada tahun 2010 dan berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2025.

Titik awal karier profesionalnya dimulai dari level bawah di sektor swasta dengan bekerja sebagai sales di lini bisnis Indomobil di Jakarta.

Fase awal ini dijalaninya sebagai proses pengumpulan pengalaman lapangan sebelum ia berhasil menduduki posisi manajerial tertinggi.

Pengalaman tersebut membawanya dipercaya menjabat sebagai direktur di Asco Otomotif, serta memimpin sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit seperti PT Heksa Jaya Abadi, PT Tripalma Nusantara, dan PT Agro Palma Khatulistiwa.

Selain itu, ia juga memperluas sayap bisnisnya di bidang kontraktor telekomunikasi di bawah bendera PT Sunrise Internusa serta mendirikan usaha Heksa Mobil di kawasan Jakarta Timur.

Kematangan di dunia usaha membuatnya tertarik masuk ke kancah politik praktis dengan bergabung bersama Partai Amanat Nasional (PAN) sejak tahun 1999 melalui organisasi sayap pemuda, Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM-PAN).

Namun, perjalanan politiknya harus melewati fase titik rendah yang ditandai dengan beberapa kali kegagalan dalam kontestasi pemilu.

Ia pertama kali maju sebagai calon Anggota DPR RI pada Pemilu Legislatif 2009 dari daerah pemilihan Sumatera Barat II tetapi gagal meraih kursi karena kalah perolehan suara.


Mencoba peruntungan di jalur eksekutif, ia maju sebagai Calon Bupati Lima Puluh Kota pada Pilkada 2010 namun hanya mampu menempati peringkat keempat dari tujuh pasangan kandidat yang bertarung.

Ujian politik kembali ia rasakan saat maju untuk kedua kalinya sebagai calon Anggota DPR RI pada Pemilu Legislatif 2019, di mana ia kembali gagal melaju ke Senayan akibat kalah suara di internal partainya sendiri.

Meskipun mengalami rentetan kegagalan di pemilu legislatif dan daerah, eksistensinya di struktur partai tetap menguat hingga ia dipercaya memegang posisi penting sebagai Bendahara DPP PAN periode 2020–2025.

Titik balik karier politiknya terjadi pada tahun 2021 seiring adanya kekosongan kursi Wakil Wali Kota Padang setelah Hendri Septa naik jabatan menjadi Wali Kota.

PAN resmi mengusulkan namanya untuk mengisi posisi tersebut, dan dalam rapat paripurna pemilihan di DPRD Kota Padang pada 5 April 2023, ia berhasil menang telak dengan meraih 36 suara dari total 45 suara anggota dewan.

Ia resmi dilantik sebagai Wakil Wali Kota Padang pada 9 Mei 2023 dan menjalankan tugas kedinasan mendampingi wali kota hingga sisa masa jabatan berakhir pada 13 Mei 2024.

Dalam kehidupan pribadinya, ia berkeluarga bersama Siti Sundhari Idham dan dikaruniai empat orang putri.

#wkp/bin




 
Top