PADANG -- Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Perusahaaan Umum Daerah (Perumda AM) mulai menyusun Rencana Bisnis Jangka Menengah (RBJM) 2026–2030. Langkah awal ditandai dengan rapat koordinasi strategis pada Senin (15/7/2025) di lingkungan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Padang.
Asisten II Setdako Padang, Didi Aryadi, memimpin rapat. Jajaran direksi Perumda AM, pejabat teknis, dan perwakilan instansi pendukung turut hadir dalam forum tersebut.
Diskusi berjalan serius dan terbuka. Semua peserta menyampaikan masukan untuk memperkuat arah kebijakan lima tahun ke depan. Fokus utama pembahasan yaitu efisiensi operasional, perluasan distribusi, serta peningkatan kualitas pelayanan air bersih di seluruh wilayah Kota Padang.
Rapat merumuskan lima poin strategis. Pertama, efisiensi distribusi air melalui penataan sistem jaringan dan optimalisasi sumber. Kedua, peningkatan pelayanan di kawasan yang belum terlayani maksimal.
Ketiga, penguatan manajemen dan SDM internal agar adaptif terhadap perkembangan teknologi. Keempat, pemanfaatan digitalisasi dan analisis data. Kelima, kolaborasi multisektor bersama swasta dan masyarakat.
“Rencana bisnis ini bukan sekadar dokumen administratif. Ia adalah kompas kebijakan yang akan menuntun Perumda lima tahun ke depan untuk menjawab tantangan sekaligus peluang pelayanan publik di sektor air minum,” ujar Didi Aryadi.
Penyusunan RBJM 2026–2030 juga diarahkan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan air bersih akibat pertumbuhan penduduk dan perluasan pemukiman. Dokumen ini menjadi dasar perencanaan jangka menengah Perumda, sekaligus mencerminkan visi menjadi penyedia layanan air andal dan berwawasan lingkungan.
Noviardi Zein, Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah dan Perumda menjadi kunci transformasi layanan air bersih yang lebih merata dan adil. Rencana bisnis juga akan menjadi instrumen transparansi dan akuntabilitas kepada publik.
“RBJM menjadi panduan penting untuk pengambilan keputusan yang tepat dan partisipatif, agar masyarakat memperoleh akses air bersih yang adil dan berkualitas,” kata Noviardi Zein.
#rel/ede