SETIAP malam di era 1980-an hingga 1990-an, jutaan keluarga Indonesia menunggu dengan tenang saat jam menunjukkan pukul 21.00 WIB. Suara bariton yang tenang, berwibawa dan penuh integritas menyapa mereka melalui layar TVRI. Dia lah Yasir Den Has, pria sederhana dari Silungkang yang mengubah bakat suara menjadi warisan berharga bagi bangsa.

Yasir Den Has lahir pada tahun 1944 di Silungkang, Sumatera Barat. Ia dibesarkan di Bukittinggi sejak bangku Sekolah Dasar hingga Menengah Atas. Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini memulai perjalanan di dunia penyiaran pada 1964 sebagai penyiar Radio Angkatan Udara di Polonia, Medan. 

Berasal dari latar belakang sederhana, ia menghadapi kerasnya persaingan dengan semangat merantau khas Minangkabau. Selain membaca berita, ia juga mengisi suara iklan di radio, televisi dan bioskop—bahkan mencakup banyak iklan nasional pada masanya—semua dilakukan dengan kerja keras dan konsistensi tinggi.

Momen penting dalam hidupnya terjadi pada akhir 1970-an ketika ia direkomendasikan oleh sesama penyiar untuk mengikuti tes di TVRI. Dari puluhan kandidat yang mengikuti seleksi ketat, hanya segelintir yang lolos, termasuk dirinya. Ia memilih posisi pembaca berita agar memiliki jadwal tetap dan ruang untuk mengembangkan kualitas diri. Pada 22 Desember 1978, ia tampil perdana membawakan program legendaris Dunia Dalam Berita yang tayang setiap malam.

Persiapan menjadi kunci utama. Dua jam sebelum siaran, ia sudah berada di studio. Ia rutin mendengarkan siaran internasional seperti BBC dan Deutsche Welle untuk memperkaya wawasan dan melatih pelafalan. Latihan pengucapan dilakukan dengan serius, bahkan hingga ke detail huruf demi huruf. Disiplin seperti inilah yang membuatnya tampil konsisten dan dipercaya publik.

Selama lebih dari dua dekade hingga pensiun pada tahun 2000, Yasir Den Has menjadi salah satu wajah paling dikenal di layar kaca. Suara bariton yang khas dan ekspresi wajah yang tenang menjadikannya sosok yang dihormati dan dipercaya. Program Dunia Dalam Berita bukan sekadar acara, tetapi telah menjadi bagian dari rutinitas keluarga Indonesia dalam mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.

Prestasinya tidak hanya di televisi. Ia juga pernah meraih penghargaan sebagai penyiar radio terbaik di stasiun komersial DKI Jakarta pada 1978. Setelah pensiun, ia tetap aktif berbagi ilmu melalui siaran radio bersama istrinya, serta menulis buku berjudul Kiat Sukses Menjadi Presenter Profesional yang menjadi referensi bagi generasi muda.

"Banyak Belajar"

Nilai utama yang selalu ia pegang adalah “banyak belajar.” Bagi Yasir Den Has, kemampuan berbicara bukan sekadar bakat, tetapi harus diasah dengan latihan, pengetahuan, dan sikap yang tepat. Ia mencontohkan pentingnya persiapan matang, penampilan rapi, serta sikap tenang dalam menghadapi tekanan. Baginya, tidak ada titik akhir dalam belajar—setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik.

Pengaruhnya terasa hingga kini. Banyak penyiar dan presenter muda menjadikan Yasir Den Has sebagai panutan dalam dunia penyiaran. Ia telah membantu membentuk standar penyampaian berita yang elegan, jelas, dan dapat dipercaya di Indonesia. Di masa ketika TVRI menjadi satu-satunya sumber informasi nasional, perannya sangat besar dalam membangun kepercayaan publik terhadap media.

Dalam kehidupan sehari-hari, semangat yang ditunjukkan Yasir Den Has bisa diterapkan oleh siapa saja. Persiapan sebelum bekerja, kesungguhan dalam belajar, serta konsistensi dalam menjaga kualitas diri adalah kunci untuk berkembang. Di era digital yang serba cepat, nilai-nilai ini justru menjadi semakin penting agar tetap relevan dan dihargai.

Perjalanan hidup Yasir Den Has mengajarkan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Dari Silungkang hingga menjadi ikon penyiaran nasional, ia membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat belajar mampu membawa seseorang mencapai puncak.

Kisahnya adalah pengingat bahwa suara yang kuat bukan hanya berasal dari pita suara, tetapi dari dedikasi, ketulusan, dan komitmen untuk memberikan yang terbaik. Dan seperti jejak yang ia tinggalkan, inspirasi itu akan terus hidup sepanjang masa.

#saz/ede


Sumber:

Wikipedia Indonesia, “Yasir Den Has” (diakses 2026).

Alinea.id, “Yasir Den Has mantan primadona TVRI, penyiar teladan kaya pengalaman” (19 Juli 2022).

Alinea.id, “Penyiar banyak belajar, kuncian ala legenda TVRI Yasir Den Has” (18 Juli 2022).

Brilio.net, “Yasir Den Has, penyiar TV legendaris idola generasi 80 dan 90an” (19 Agustus 2016).

Radar Depok, “Bikin Buku Edukasi Dibalik Biografi Yasir Den Has” (22 Maret 2017).





 
Top