**
Selat Hormuz bukan sekadar jalur laut. Ia adalah urat nadi dunia —tempat lalu lintas energi global ditentukan, stabilitas ekonomi diuji dan kepemimpinan diuji dalam tekanan. Sedikit saja gangguan, dampaknya terasa ke seluruh penjuru bumi.
Begitu pula Mubes Alumni Universitas Bung Hatta. Ia bukan sekadar forum berkumpul. Ia adalah "selat strategis" bagi masa depan alumni — tempat gagasan melintas - kepentingan bertemu dan arah organisasi ditentukan.
1. Jalur Vital: Dari Energi Dunia ke Energi Alumni
Selat Hormuz menjadi penghubung antara produsen dan konsumen energi dunia. Tanpanya, banyak negara akan terguncang.
Mubes atau Musyawarah Besar adalah penghubung antara masa lalu, masa kini dan masa depan alumni.
Di sinilah energi pemikiran, pengalaman dan jaringan alumni harus mengalir tanpa hambatan.
👉 Jika Selat Hormuz tersumbat, dunia panik.
👉 Jika Mubes tidak berkualitas, organisasi kehilangan arah.
2. Titik Rawan: Ujian Kepemimpinan
Selat Hormuz sering menjadi titik panas geopolitik. Ketegangan di sana menuntut kepemimpinan yang tenang, strategis dan berkelas dunia.
Mubes juga adalah titik rawan — bukan konflik, tapi perbedaan kepentingan dan ego.
Di sinilah dibutuhkan Pemimpin yang:
tidak reaktif, tapi reflektif
tidak sekadar populer, tapi berkapasitas
tidak hanya bicara, tapi mampu menyatukan
Nilai Bung Hatta yang rasional, jujur dan berintegritas.
3. Arus Besar: Jangan Jadi Penonton
Di Selat Hormuz hanya kapal yang siap dan kuat yang bisa melintas dengan selamat.
Di Mubes, hanya Alumni yang aktif dan peduli yang akan menentukan arah.
Jangan jadi penonton. Jangan hanya jadi komentator.
👉 Saatnya jadi bagian dari Arus Besar Perubahan.
4. Navigasi: Butuh Kompas yang Jelas
Kapal yang melewati Selat Hormuz membutuhkan navigasi presisi.
Mubes membutuhkan:
visi yang jelas
program yang terukur
struktur yang efektif
Tanpa itu, organisasi hanya akan berputar di tempat.
Selat Hormuz mengajarkan kita satu hal:
yang STRATEGIS harus dijaga dengan KEPEMIMPINAN terbaik.
Mubes Alumni Universitas Bung Hatta adalah “Selat Hormuz” -nya alumni.
Di sinilah kita menentukan:
apakah organisasi akan menjadi jalur besar peradaban alumni
atau hanya menjadi genangan tanpa arah
Hari lah dakek
Jangan sia-siakan momentum.
Salam Hormat
RZL *)
*) Ahmad Rizal / UBH Sastra'98

