NAMA Betti Shadiq Pasadigoe—atau yang lahir dengan nama Betti Zulfina—adalah representasi nyata dari kegigihan perempuan Minangkabau. Lahir di Sungayang pada 22 April 1961, perjalanan hidupnya merupakan perpaduan antara kecemerlangan akademis, karier profesional yang solid di PT Semen Padang, hingga pengabdian politik di tingkat nasional.

Pelajar Teladan yang Haus Ilmu

Sejak belia, Betti sudah menunjukkan bakat kepemimpinan dan kecerdasan di atas rata-rata. Catatan prestasinya mentereng: ia merupakan pemenang pertama Pemilihan Pelajar Teladan tingkat SLTP (1976) dan SLTA (1979) se-Kabupaten Tanah Datar.

Darah akademisnya terus mengalir hingga ia meraih gelar Sarjana Akuntansi dan Magister Manajemen dari Fakultas Ekonomi Universitas Andalas. Bekal keilmuan inilah yang menjadi fondasi kuat bagi karier profesionalnya di kemudian hari.

Dedikasi Dua Dekade di PT Semen Padang

Sebelum terjun ke dunia politik, Betti adalah sosok profesional yang disegani di PT Semen Padang. Memulai karier sebagai staf pada tahun 1988, ia merangkak naik mengisi berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Biro Anggaran hingga Kepala Biro Keuangan.

Puncak karier profesionalnya dicapai saat ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Dana Pensiun Semen Padang (2010-2013). Atas loyalitasnya, ia dianugerahi Piagam Penghargaan Kesetiaan 20 Tahun dari perusahaan semen tertua di Indonesia tersebut.

Mendampingi Rakyat sebagai Ibu Bupati

Nama Betti semakin dikenal luas saat ia mendampingi suaminya, M. Shadiq Pasadigoe, yang menjabat sebagai Bupati Tanah Datar selama dua periode. Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, dan Bunda PAUD, Betti tidak hanya sekadar "pendamping".

Ia aktif turun ke nagari-nagari, menggerakkan ekonomi keluarga, dan memperjuangkan pendidikan anak usia dini. Dedikasinya ini membuahkan berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Manggala Karya dari BKKBN Pusat dan penghargaan Citra Kartini Indonesia.

Menembus Senayan: Suara Perempuan dari Dapil Sumbar I

Kematangan emosional dan pengalaman organisasinya membawa Betti melangkah ke kancah politik nasional. Melalui Partai Golkar, ia berhasil terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2014–2019 mewakili daerah pemilihan Sumatera Barat I.

Di parlemen, Betti dikenal sebagai sosok yang vokal dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, perlindungan anak, dan pembangunan daerah. Keberaniannya kembali diuji saat ia mencalonkan diri sebagai Bupati Tanah Datar pada Pilkada 2020, membuktikan bahwa ia siap mewakafkan dirinya untuk kemajuan kampung halaman.

Legacy dan Inspirasi

Kisah Betti Shadiq Pasadigoe adalah bukti bahwa perempuan bisa berdaya di berbagai lini. Ia menunjukkan bahwa peran sebagai ibu rumah tangga, profesional di korporasi, dan politikus bisa dijalankan secara selaras dengan modal integritas dan semangat pengabdian.

Bagi masyarakat Tanah Datar, ia bukan sekadar istri mantan bupati, melainkan sosok "Bunda" yang memiliki visi besar untuk membawa perubahan positif bagi tanah kelahirannya.

#wkp/ede





Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top