MALUKUTENGGARA, MALUKU -- Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal usai ditikam dua pria berinisial HR (28) dan FU (36) di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Maluku Tenggara, Maluku. Pelaku HR ternyata berlatar belakang atlet tarung bebas atau Mixed Martial Arts (MMA).
"Iya betul, kalau dilihat sepertinya (pelaku HR adalah) atlet (tarung bebas)," kata Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi saat dikonfirmasi awak media, Minggu (19/4/2026).
Sementara pelaku FU kata Rian adalah masyarakat biasa. Dia menegaskan kedua pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
"Usai ditangkap kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan secara intensif hingga malam ini," terangnya.
Rian melanjutkan hasil pemeriksaan sementara kedua pelaku menikam korban dilatarbelakangi dendam lama. Kedua pelaku dan korban sebelumnya di Jakarta.
Satu Pelaku Atlet Tarung Bebas
Terkait pelaku HR, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa ia dikenal di kalangan komunitas bela diri dengan julukan “Keybadboy”. Ia merupakan atlet yang pernah tampil di ajang One Pride MMA dan memiliki rekam jejak prestasi di dunia tarung bebas.
Hendrikus, nama yang dikaitkan dengan julukan tersebut, diketahui pernah meraih dua medali emas dalam ajang Semarang Fight Night 4 “Ring of Celebration” pada September 2025, masing-masing di cabang Boxing dan Kickboxing. Selain itu, ia juga tercatat sebagai mahasiswa di Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang.
Dia juga tercatat pernah meraih medali emas Wushu pada Pekan Olahraga Provinsi Maluku (Popmal), satu medali emas Pra PON, dan satu medali perunggu di PON 2024 untuk Maluku.
Aksi Sudah Direncanakan
Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi mengungkapkan, kedua pelaku telah merencanakan aksi tersebut dengan mendatangi Bandara Karel Sadsuitubun lebih awal.
“Kedua pelaku menuju ke Bandara Karel Sadsuitubun Langgur dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Bison berwarna hitam,” ujarnya dalam keterangan pers.
Setibanya di lokasi, kedua tersangka menunggu korban yang baru tiba dari Jakarta. Saat korban keluar dari ruang kedatangan, keduanya langsung melancarkan serangan secara membabi buta.
“Kedua pelaku yang sudah menunggu di luar, secara tiba-tiba langsung melakukan penikaman terhadap korban secara berulang kali. Setelah itu, keduanya melarikan diri menggunakan sepeda motor,” jelas Kapolres.
Dendam Lama Jadi Pemicu
Polisi menyebut, motif penikaman dipicu oleh dendam lama. Kedua pelaku menuding korban sebagai pihak yang berada di balik kematian kerabat mereka.
“Motifnya adalah balas dendam. Kedua pelaku menganggap korban sebagai otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat,” ungkapnya.
Peristiwa pembunuhan yang dimaksud diketahui terjadi pada tahun 2020 di kawasan Apartemen Metro Galaxi, Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat.
Diamankan di Mako Brimob
Saat ini, kedua pelaku telah diamankan di Mako Brimob C Pelopor untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Polisi memastikan proses penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap seluruh fakta di balik kasus tersebut.
Kasus ini sempat mengguncang publik Maluku Tenggara, mengingat Nus Kei merupakan salah satu tokoh politik berpengaruh di daerah tersebut. Aparat kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada penegak hukum.
Polisi juga menegaskan akan menyampaikan perkembangan kasus secara berkala kepada publik.
#dtc/hsr/bin

