AMBON -- Mossad Kennedy Refra, putra John Kei Refra, dikabarkan siap maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara dalam Musyawarah Daerah (Musda). Sejak Sabtu (18/4/2026) lalu, ia juga telah tiba di Maluku Tenggara untuk mempersiapkan diri mengikuti proses Musda yang sedianya digelar pada Kamis (23/4/2026) mendatang.

Mossad Kennedy Refra atau akrab disapa MKR merupakan anak keempat John Kei dari lima bersaudara. Berdasarkan data wisuda Universitas Trisakti Semester Ganjil 2022-2023, Mossad Kennedy Refra lahir di Jakarta pada 18 Mei 1999.

Belakangan, nama MKR mencuat di panggung politik Maluku, khususnya di Maluku Tenggara. Ia aktif sebagai kader muda di struktur Partai Golkar Provinsi Maluku.

Kini, namanya jadi sorotan dikabarkan siap maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara.

Melansir dari kompas.com, MKR telah tiba dua hari lalu di Maluku Tenggara untuk mempersiapkan diri mengikuti proses Musda. Ia disebut-sebut telah mendapat dukungan dari sejumlah pemilik suara menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di wilayah tersebut.

Dalam video yang beredar, MKR tampak disambut puluhan pendukung saat tiba di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur.

Sekretaris DPD Partai Golkar Maluku, Anos Jeremias, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan pencalonan MKR karena proses pendaftaran belum dibuka.

“Kalau terhadap itu, nanti ditanyakan ke panitia karena belum ada laporan. Memang ada informasi, tapi dia belum daftar, jadi kami belum bisa berkomentar,” kata Anos menjawab awak media, Senin (20/4/2026). 

Ia menegaskan, kepastian calon baru dapat diketahui setelah pendaftaran resmi dibuka oleh panitia Musda.

Musda Masih Ditunda

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara menunda pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang semula dijadwalkan pada 23 April 2026. 

Penundaan dilakukan setelah Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026). 

“Sesuai jadwal Musda diselenggarakan tanggal 23 April, tetapi dengan melihat kondisi kemarin maka Musda diputuskan ditunda. Musdanya ditunda sampai ada pemberitahuan berikut,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Maluku, Anos Jeremias, saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/4/2026). 

Kronologi Penikaman

Ketua DPD II Golkar Kabupaten Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora, atau dikenal Nus Kei tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur. 

Peristiwa nahas itu terjadi ketika Nus Kei tiba di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026) siang sekitar pukul 11.10 WIT dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku.

Kedatangan Nus Kei ke Maluku Tenggara untuk mengikuti musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar Maluku Tenggara, Kamis (23/4/2026) mendatang.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, mengungkapkan ketika sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak kenal (OTK).

"Kejadiannya di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, dikutip dari Kompas.com, Minggu. 

OTK tersebut merupakan seorang pria yang memakai jaket merah dan menggunakan masker membawa senjata tajam.

"Korban yang baru saja tiba dari Jakarta dengan pesawat, diserang oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam," tambahnya.

Melihat kondisi adiknya, kakak Nus Kei, Antonius Rumatora langsung membanting pelaku.

Setelah itu, Nus Kei sempat lari ke dalam bandara dalam kondisi berlumuran darah, tetapi terjatuh dan sempat memperoleh pertolongan dari petugas di lokasi. 

Dengan penuh luka tusukan, Nus Kei langsung dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. 

Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital.

Dari kejadian itu, polisi menangkap HR dan FU dan keduanya telah diterbangkan di Kota Ambon.

#kpc/bin




 
Top