KABUPATEN Agam di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kini berada di tangan seorang pengabdi negara sejati. Ir. Benni Warlis, M.M., gelar Datuak Tan Batuah. Benni resmi mengemban amanah sebagai Bupati Agam periode 2025–2030 setelah dilantik oleh Presiden di Istana Negara pada 20 Februari 2025. Perjalanan hidupnya adalah cerminan dari dedikasi tanpa batas; memulai karier sebagai petugas lapangan honorer.

Sosok yang dikenal religius dan tenang ini membawa segudang pengalaman manajerial, mulai dari teknis pertanian hingga jabatan puncak di birokrasi Provinsi Sumbar.

Meniti Tangga dari Bawah: Kisah Petugas Lapangan

Lahir di Panampuang, Ampek Angkek, pada 4 Oktober 1962, Benni mewarisi darah birokrat dari sang ayah, Waham Amir, yang merupakan tokoh penerangan nasional. Namun, Benni memilih jalurnya sendiri dengan memulai dari titik nol.

Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) ini mengawali baktinya sebagai petugas lapangan proyek di Sawahlunto/Sijunjung pada 1987. Kedisiplinannya membawanya diangkat menjadi CPNS pada 1989. Sejak saat itu, kariernya melesat melalui berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Balai Benih hingga menjadi Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh (2013–2018).

Puncak Karier: Dari Bank Nagari hingga Staf Ahli Gubernur

Kapasitas Benni Warlis tidak hanya diakui di level kota, tetapi juga provinsi. Ia pernah menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sumbar dan sempat dipercaya menjadi Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Provinsi Sumatera Barat pada 2021.

Keahliannya dalam tata kelola keuangan dan pembangunan membawanya menduduki kursi Komisaris Utama Bank Nagari (2021–2024). Pengalaman ini memberikan dimensi baru bagi kepemimpinannya, yakni perpaduan antara kematangan birokrasi dan ketajaman strategi korporasi.

Kemenangan di Pilkada Agam 2024

Maju bersama politikus muda Muhammad Iqbal dengan dukungan PKS dan PPP, pasangan Benni-Iqbal berhasil memenangkan hati masyarakat Agam. Dalam kontestasi yang ketat, mereka meraih 55.749 suara (30,31%), mengungguli tiga pasangan calon lainnya.

Kemenangan ini dianggap sebagai mandat bagi Benni untuk menerapkan pengalamannya yang luas demi kemajuan Agam, daerah yang pernah dipimpinnya sementara sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Bupati pada tahun 2020 lalu.

Sosok Religius dan Aktif Berorganisasi

Di luar kedinasan, Benni Warlis dikenal sebagai sosok yang dekat dengan nilai-nilai spiritual. Ia mendirikan Surau Ka'bah di kampung halamannya sebagai bentuk pengabdian sosial. Keterlibatannya dalam organisasi pun sangat luas, mulai dari Ketua KNPI, pengurus BAZNAS, hingga Bidang Litbang Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Gelar adat Datuak Tan Batuah yang disandangnya mencerminkan statusnya sebagai pemimpin yang menjunjung tinggi kearifan lokal Minangkabau, selaras dengan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Visi Membangun Agam

Sebagai bupati, Benni Warlis membawa misi untuk memperkuat sektor pertanian yang menjadi basis ekonomi Agam, sekaligus melakukan reformasi birokrasi agar pelayanan publik lebih cepat dan transparan. Dukungan dari sang istri, dr. Merry Yuliesday—yang juga merupakan pensiunan birokrat senior (mantan Kadis Kesehatan Sumbar)—menjadi energi tambahan dalam memahami kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan.

Kesimpulan

Benni Warlis adalah prototipe pemimpin yang matang karena proses. Dari lumpur sawah sebagai petugas lapangan hingga karpet merah Istana Negara, ia telah membuktikan bahwa integritas dan kerja keras adalah kunci. Di bawah kepemimpinannya, masyarakat menaruh harapan besar agar Kabupaten Agam tumbuh menjadi daerah yang mandiri, berprestasi, dan penuh keberkahan.

#wkp/ede




 
Top