HARI wisuda menjadi momen penuh kebahagiaan sekaligus haru bagi Dina Nofriani, lulusan Program Studi Pendidikan (Prodi) Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bung Hatta (UBH). Bagi Dina, perjalanan menempuh pendidikan bukanlah hal yang mudah. Ada banyak proses yang dilalui—kelelahan, kegagalan, hingga momen ingin menyerah—namun semua itu terbayar saat seluruh perjuangan bermuara pada satu titik pencapaian. 

Pada prosesi Wisuda Akademik ke-85 UBH di Gedung Bung Hatta Convention Hall, Kampus 1 UBH, Ulak Karang, Sabtu (25/4/2026) lalu, Dina Nofriani yang lulus dengan IPK 3,98, dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan predikat lulus DENGAN PUJIAN oleh Rektor UBH Prof. Dr. Diana Kartika.

Dalam penyampaian pesan dan kesannya, Dina menegaskan bahwa keberhasilan tidak pernah berdiri sendiri. Ia mewakili seluruh wisudawan dan wisudawati mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada kedua orang tua atas pengorbanan, cinta, doa dan dukungan yang tidak pernah terputus sejak awal perjalanan pendidikan. 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada bapak dan ibu dosen, tenaga pendidik, serta seluruh civitas akademika UBH yang telah membimbing dengan penuh kesabaran dan ketulusan hingga ia mampu menyelesaikan studinya. 

Suasana menjadi penuh makna ketika Dina menyampaikan pesan kepada rekan-rekan wisudawan bahwa hari wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan yang sesungguhnya. Ia mengingatkan bahwa dunia di luar kampus tidak selalu ramah dan tidak selalu sesuai harapan, namun perjalanan harus terus dilanjutkan dengan semangat pantang menyerah.

Dalam momen tersebut, Dina juga mengutip pesan dari Bung Hatta: “Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman, namun tidak jujur itu sulit diperbaiki.” Ia menjelaskan bahwa makna dari kutipan tersebut sangat dalam bahwa kecerdasan bukan satu-satunya penentu keberhasilan, karena kemampuan dapat terus diasah dan pengalaman bisa dicari, tetapi kejujuran adalah fondasi utama yang menentukan jati diri seseorang.


Oleh karena itu, ia mengajak seluruh wisudawan untuk menjaga integritas, karena kejujuranlah yang akan membuat seseorang tetap teguh meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan kehidupan. 

Tak hanya itu, Dina juga menyampaikan pesan inspiratif lainnya, “Altitude depends on your attitude,” yang bermakna bahwa setinggi apa pun pencapaian seseorang sangat ditentukan oleh sikap yang dimilikinya. Nilai akademik memang penting, namun memiliki sikap yang baik, tidak menjatuhkan orang lain, menjunjung empati, serta menjaga integritas merupakan hal yang jauh lebih utama dalam menjalani kehidupan. 

Ia pun mengajak seluruh wisudawan untuk berani bermimpi besar tanpa melupakan nilai kerendahan hati. Baginya, ilmu yang dimiliki tidak akan berarti jika tidak memberikan manfaat bagi orang lain, dan semakin tinggi pencapaian seseorang, semakin besar pula tanggung jawab untuk tetap rendah hati.

Di akhir pesannya, Dina menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga, pasangan, sahabat, dan orang-orang terdekat yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya hingga meraih gelar sarjana, seraya menegaskan bahwa wisuda adalah awal untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih luas dan penuh tantangan

#rel/ede





Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top