![]() |
Ketua PII Riau, Ir. Ulul Azmi, ST.,M.Si.,C.ST., IPM., ASEAN Eng. mwmberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Grand Final Puteri Remaja Muslimah Riau 2026 di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pelindung Duta Remaja Kreatif Indonesia, Abdul Khair, S.Sos., Ketua Umum Duta Remaja Kreatif Indonesia, Tito Marselino, Ketua Harian Titi Safira, serta Wakil Bendahara Umum Iin Anisa, bersama jajaran pengurus, dewan juri, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Duta Remaja Kreatif Indonesia, Tito Marselino, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membina generasi muda yang tidak hanya unggul secara penampilan, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan kecerdasan yang seimbang.
“Kami ingin menghadirkan ruang bagi generasi muda, khususnya muslimah, untuk tumbuh, berproses, dan menunjukkan potensi terbaiknya. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah pembinaan yang berkelanjutan untuk melahirkan sosok-sosok inspiratif,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Duta Remaja Kreatif Indonesia terus berupaya menjadi bagian dari gerakan positif dalam membangun generasi muda yang berdaya saing dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Kami berharap para finalis tidak hanya berhenti di panggung ini, tetapi mampu melanjutkan peran mereka sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Grand Final secara resmi dibuka oleh Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Riau, Ir. Ulul Azmi, ST., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng.
Dalam sambutannya, Ulul menegaskan bahwa peran insinyur tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik semata. Kehadiran insinyur dalam kegiatan ini menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan manusia dan karakter generasi muda. PII Riau memandang bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi oleh kualitas sumber daya manusia yang berintegritas dan berakhlak.
“Insinyur bukan hanya membangun jembatan, gedung, dan jalan. Sejatinya, insinyur adalah pembangun peradaban. Kita membangun sistem, nilai, masa depan, dan yang paling penting—membangun manusia,” ujar salah satu alumnus terbaik Universitas Bung Hatta (UBH) Padang tersebut.
Ia juga menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pembinaan karakter generasi muda muslimah yang berintegritas, berakhlak, dan siap menjadi inspirasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan bangsa. “Perempuan adalah madrasah pertama. Dari tangan mereka lahir pemimpin, lahir peradaban, dan lahir masa depan. Maka kegiatan seperti ini adalah investasi besar dalam membangun generasi,” tambahnya.
Kepada para finalis, Ulul Azmi memberikan pesan yang menyentuh bahwa keberhasilan tidak semata diukur dari kemenangan. “Hari ini bukan soal menang atau kalah. Keberanian untuk tampil, berproses, dan berkembang itu sendiri sudah merupakan kemenangan. Jadikan setiap proses sebagai bekal kehidupan,” pesannya.
Dengan mengusung tema “Kuat dalam Iman, Lembut dalam Kasih Sayang, Muslimah Siap Menginspirasi” serta “Cantik Cahaya Hati, Muslimah Cerdas, Menginspirasi”, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan sosok-sosok muslimah muda yang tidak hanya unggul secara penampilan, tetapi juga memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Acara berlangsung dengan berbagai rangkaian penampilan, penilaian finalis, serta pengumuman pemenang yang disambut antusias oleh para peserta dan hadirin. Melalui kegiatan ini, Duta Remaja Kreatif Indonesia menunjukkan komitmennya dalam membina dan melahirkan generasi muda yang berkualitas, berdaya saing, dan berakhlak mulia, khususnya di Provinsi Riau.
#rel/asb/ede


