DALAM ruang diskusi alumni Universitas Bung Hatta, ukuran kualitas tidak lagi cukup dilihat dari seberapa aktif percakapan berlangsung, tetapi dari seberapa dalam substansi yang dihasilkan. Diskusi yang hidup bukan sekadar ramai, melainkan mampu menajamkan cara berpikir, memperjelas persoalan dan melahirkan arah.

Menjawab substansi berarti fokus pada inti persoalan—bukan pada siapa yang berbicara, melainkan apa yang dibicarakan. Ini menuntut kedewasaan intelektual: membaca konteks secara utuh, merespons dengan argumentasi yang relevan, serta menyandarkan pendapat pada data, pengalaman atau kerangka berpikir yang jelas. Tanpa itu, diskusi mudah terjebak pada opini dangkal, asumsi, bahkan sentimen personal.

Di sinilah pentingnya sikap kritis. Namun, kritik yang dimaksud bukanlah sekadar bantahan atau penolakan, melainkan upaya memperdalam pemahaman. Kritik yang sehat justru membuka lapisan-lapisan baru dari sebuah isu, menguji logika, dan memperkaya perspektif. Semakin kritis seseorang, seharusnya semakin dalam pula substansi yang ia hadirkan—bukan semakin bising, apalagi destruktif.

Tradisi ini sejalan dengan warisan pemikiran BUNG HATTA, yang menempatkan diskusi sebagai ruang pencarian kebenaran, bukan sekadar adu pendapat. Rasionalitas, integritas dan penghormatan pada argumen menjadi fondasi utama. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan secara emosional, tetapi untuk dipertemukan dalam kualitas berpikir yang lebih tinggi.

Bagi alumni UBH, menjawab substansi juga berarti menghadirkan nilai. Setiap respons idealnya memberi kontribusi: memperjelas masalah, menawarkan solusi, atau setidaknya mengarahkan diskusi ke titik yang lebih produktif. Diskusi tanpa substansi hanya akan berputar, sementara diskusi yang bernas akan bergerak dan berdampak.

Pada akhirnya, kedewasaan sebuah alumni UBH tercermin dari kualitas dialognya. Ketika kritik menjadi alat pendalaman dan substansi menjadi orientasi utama, maka diskusi tidak hanya menghasilkan kesepahaman—tetapi juga kemajuan bersama sesuai harapan Ketum Alumni UBH Mardiansyah⁩ 


Salam Hormat

RZL *)


*) Ahmad Rizal, Sastra UBH '98




 
Top