NAMA Maman Abdurrahman kini menjadi tumpuan harapan bagi jutaan pelaku usaha di tanah air. Pria kelahiran 10 September 1980 ini resmi mengemban amanah sebagai Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penunjukannya sebagai menteri dipandang sebagai langkah strategis untuk membawa energi muda dan pemikiran taktis ke dalam struktur ekonomi kerakyatan.
Dikenal sebagai politikus yang lugas dan vokal, Maman membawa pengalaman panjang dari parlemen untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui sektor UMKM.
Akar Kepemimpinan: Tempaan Kampus Reformasi
Latar belakang pendidikan Maman membentuk karakter kepemimpinannya yang kuat. Setelah menamatkan masa sekolah di SMP Negeri 13 dan SMA Negeri 3 Pontianak, ia merantau ke Jakarta untuk menempuh studi di Universitas Trisakti.
Di kampus legendaris tersebut, Maman meraih gelar Sarjana Teknik Perminyakan (2000–2008). Masa kuliahnya tidak hanya dihabiskan di laboratorium, tetapi juga di medan aktivisme. Tempaan sebagai aktivis mahasiswa di era pasca-reformasi menjadikannya sosok yang kritis dan memiliki jaringan yang luas, modal berharga yang membawanya terjun ke dunia politik praktis.
Jejak Legislatif: Suara Lantang dari Kalimantan Barat
Sebelum duduk di kursi kabinet, Maman Abdurrahman adalah salah satu bintang muda di Senayan. Sebagai kader andalan Partai Golongan Karya (Golkar), ia menjabat sebagai anggota DPR-RI periode 2018–2024 mewakili daerah pemilihan Kalimantan Barat I.
Di parlemen, kiprahnya sangat menonjol di Komisi VII yang membidangi energi, riset, dan teknologi. Kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Wakil Ketua Komisi VII membuktikan kapasitasnya dalam memimpin lobi-lobi kebijakan dan pengawasan sektor-sektor strategis nasional.
Misi Besar: Mengangkat Kelas Usaha Rakyat
Kini, sebagai Menteri UMKM, Maman dihadapkan pada tantangan besar untuk melakukan modernisasi dan digitalisasi usaha rakyat. Fokus utamanya mencakup:
Akses Permodalan: Mempermudah alur pembiayaan bagi pelaku usaha mikro.
Digitalisasi: Mendorong UMKM go-digital agar mampu bersaing di pasar global.
Pemberdayaan Daerah: Memastikan potensi lokal, khususnya dari wilayah seperti Kalimantan Barat yang diwakilinya, mendapatkan panggung di kancah nasional.
Maman percaya bahwa UMKM adalah tulang punggung pertahanan ekonomi Indonesia. Dengan latar belakang teknik perminyakan yang terbiasa dengan presisi dan manajemen energi, ia diharapkan mampu menyalurkan "energi baru" agar kelas usaha menengah ke bawah bisa naik kelas secara sistematis.
Harapan Baru Ekonomi Kerakyatan
Penunjukan Maman Abdurrahman merupakan sinyal bahwa pemerintah ingin bergerak lebih cepat dalam merespons dinamika pasar. Dengan usia yang relatif muda dan pengalaman lapangan yang matang, sang putra Kalimantan ini kini siap membuktikan bahwa kebijakan yang tepat sasaran adalah kunci kesejahteraan rakyat.
#wkp/ede

