SEJARAH acapkali berulang dengan cara yang indah. Di Kabupaten Dharmasraya, pepatah "buah jatuh tak jauh dari pohonnya" kini menemukan pembuktian nyata. Annisa Suci Ramadhani Situmeang, S.H., LL.M., resmi dilantik sebagai Bupati Dharmasraya periode 2025–2030, mengikuti jejak sang ayah, Marlon Martua Situmeang, yang merupakan bupati pertama sekaligus peletak fondasi kabupaten hasil pemekaran tersebut. 

Pelantikan Annisa oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada 20 Februari 2025 lalu bukan sekadar seremoni politik, melainkan kembalinya trah kepemimpinan yang memiliki ikatan emosional kuat dengan masyarakat di "Ranah Cati Nan Tigo".

Melanjutkan Fondasi, Membawa Modernitas

Jika sang ayah dikenal sebagai tokoh pemekaran yang membangun infrastruktur awal Dharmasraya, Annisa hadir dengan membawa "senjata" baru: intelektualitas global dan jejaring internasional.

Sebagai lulusan Columbia Law School, New York, Annisa tidak datang hanya dengan modal nama besar keluarga. Ia membawa visi modernitas yang matang. Pengalamannya sebagai advokat di firma hukum internasional dan staf khusus di DPR-RI menjadi modal kuat untuk menyempurnakan apa yang telah dimulai oleh generasi sebelumnya.

Perpaduan Didikan Keluarga dan Akademis

Lahir dari pasangan Marlon Martua Situmeang dan Rafnelly Rafki—seorang akademisi terpandang—Annisa tumbuh dalam lingkungan yang menghargai pendidikan setinggi langit namun tetap membumi pada pengabdian masyarakat.

Dukungan sang ibu, yang merupakan putri dari mantan Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Rafki Ismail, semakin mempertegas bahwa darah pelayan publik mengalir deras dalam nadi Annisa. Ia adalah perpaduan antara ketegasan sang ayah dalam memimpin dan ketajaman akademis sang ibu dalam menganalisis masalah.

Sejarah Baru: Bupati Perempuan Pertama

Kemenangan Annisa bersama wakilnya, Leli Arni, mencatatkan tinta emas lainnya. Ia resmi menjadi bupati perempuan pertama di Dharmasraya sekaligus di Sumatera Barat. Dukungan hampir seluruh partai politik di parlemen (29 dari 30 kursi) menunjukkan bahwa sosok Annisa dipandang sebagai titik temu (titik konsensus) bagi kemajuan daerah.

Mandat rakyat sebesar 65.922 suara (69,53%) yang diraihnya saat melawan kotak kosong menjadi bukti bahwa kerinduan masyarakat akan gaya kepemimpinan keluarga Situmeang yang progresif sangatlah tinggi.

Visi untuk Dharmasraya Masa Depan

Annisa berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan sang ayah dengan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi z dan milenial:

Digitalisasi Nagari: Membawa birokrasi Dharmasraya menjadi lebih transparan dan cepat lewat teknologi.

Investasi Berbasis Hukum: Menggunakan keahlian hukumnya untuk menarik investor nasional maupun internasional guna membuka lapangan kerja.

Peningkatan Layanan Kesehatan: Melanjutkan warisan keluarga di bidang kesehatan melalui modernisasi fasilitas medis daerah.

Kesimpulan

Kepemimpinan Annisa Suci Ramadhani adalah jembatan antara masa lalu yang penuh perjuangan dan masa depan yang penuh peluang. Di bawah sentuhan tangan dinginnya, masyarakat berharap Dharmasraya tidak hanya sekadar bertahan, tetapi melompat menjadi kabupaten yang disegani di tingkat nasional. Semangat Marlon Martua kini hidup kembali dalam wujud yang lebih segar, cerdas, dan penuh visi di tangan sang putri.

#wkp/ede




Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top