JIKA berbicara tentang Koto Gadang di Agam, Sumatera Barat, kita pasti langsung teringat dengan nagari pencetak kaum intelektual, diplomat dan tokoh-tokoh besar bangsa. Namun, tahukah Anda bahwa dari nagari yang indah ini, lahir pula seorang perwira tinggi elit TNI Angkatan Laut yang meletakkan fondasi utama pendidikan tinggi kepemimpinan bagi para perwira laut di Indonesia?
Dia adalah Laksamana Muda TNI (Purn) Oemar Basri Sjaaf, atau yang lebih dikenal dengan nama OB Sjaaf (7 Oktober 1922 – 10 Oktober 1992) gelar Sutan Maruhum. Seorang jenderal bahari multitalenta yang rekam jejaknya sangat disegani dalam sejarah militer tanah air.
Anak Rektor Pertama Universitas Andalas
Darah kepemimpinan dan intelektual memang mengalir deras di tubuh OB Sjaaf. Dia adalah putra kandung dari Prof. Dr. M Sjaaf, seorang tokoh kedokteran legendaris yang pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Surabaya, sekaligus diangkat sebagai Rektor Universitas Andalas (Unand) yang pertama.
Meskipun lahir dari keluarga akademisi kedokteran, OB Sjaaf memilih jalannya sendiri untuk mengabdi pada kedaulatan maritim Indonesia dengan bergabung ke dalam korps baret biru TNI-AL.
Arsitek Sekaligus Presiden Pertama Seskoal (1962)
Puncak kontribusi emas OB Sjaaf bagi TNI Angkatan Laut terjadi pada awal dekade 1960-an. Saat itu, Menteri/Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Madya RE Martadinata memandang perlu adanya sebuah lembaga pendidikan tertinggi untuk mencetak para ahli strategi kelautan Indonesia.
Maka didirikanlah Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) pada tahun 1962. Siapa yang dipercaya untuk memimpin pertama kali? Tidak lain adalah OB Sjaaf yang kala itu masih berpangkat Komodor Laut (setingkat Laksamana Pertama).
Sebagai Presiden (Komandan) Seskoal yang pertama, dia adalah orang yang menyusun batu bata pertama kurikulum strategi, taktik maritim, dan doktrin pertahanan laut yang hingga hari ini digunakan untuk menggembleng calon-calon jenderal laut Indonesia.
Dari Ring Tinju Nasional hingga Mengayomi Veteran Perang
Kapasitas kepemimpinan Laksda OB Sjaaf tidak hanya berhenti di dalam barak militer atau pangkalan laut. Pasca-pensiun, beliau mencurahkan energinya untuk dunia olahraga dan kemasyarakatan:
Ketua Umum PB Pertina (1965–1970): Beliau dipercaya menakhodai Persatuan Tinju Amatir Indonesia. Di tangan dinginnya, pembinaan atlet tinju nasional digenjot habis-habisan demi mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.
Ketua Umum LVRI: Sebagai bentuk penghormatan sesama pejuang, beliau terpilih menjadi Ketua Umum Legiun Veteran Republik Indonesia, mengawal kesejahteraan dan masa tua para mantan pejuang kemerdekaan.
Abadi Sebagai Nama Gedung Balai Prajurit Lantamal I Belawan
Sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas jasa-jasanya yang luar biasa, nama sang laksamana kini diabadikan secara terhormat di gerbang pertahanan laut Indonesia Barat. Nama beliau resmi disematkan menjadi Gedung OB Sjaaf, yang berdiri megah sebagai Balai Prajurit Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I (Mako Lantamal I) di Belawan, Sumatera Utara.
Kisah Laksamana Muda TNI OB Sjaaf adalah bukti nyata bagi kita semua, khususnya generasi muda Minang: Bahwa dengan disiplin dan integritas, kita tidak hanya bisa menjaga kedaulatan bangsa, tetapi juga mampu membangun menara ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi generasi setelah kita.
Mari kita sampaikan rasa bangga, hormat, serta doa terbaik untuk mengenang jasa-jasa Laksda TNI OB Sjaaf. Tokoh pelopor dari Ranah Minang untuk kemajuan maritim Indonesia!
#wkp/ede


