KEBERANIAN untuk mempertahankan prinsip hidup dan membuktikannya melalui kerja keras adalah jalan yang sering kali membentuk karakter seorang pemimpin besar. Langkah penuh keyakinan dan kemandirian inilah yang mewarnai perjalanan hidup Fadly Amran, S.E., gelar Datuak Paduko Malano, seorang pengusaha muda dan politikus berbakat yang kini resmi mengemban amanah sebagai Wali Kota Padang periode 2025–2030.
Lahir di Kota Padang, Sumatera Barat pada 9 Februari 1988, pria yang kini berusia 38 tahun tersebut tumbuh dalam lingkungan keluarga pengusaha yang sangat terpandang. Ia merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara dari pasangan Amran Sutan Sidi Sulaiman—seorang pengusaha Muhammadiyah terkemuka kelahiran Panyalaian, X Koto, Tanah Datar yang mendirikan Yayasan Pendidikan Baiturrahmah dan Rumah Sakit Siti Rahmah—dan Maizarnis.
Meskipun lahir dari keluarga yang serba berkecukupan, Fadly tidak serta-merta melewati jalan yang mudah. Di sinilah letak titik awal perjuangan sekaligus perdebatan emosional dalam hidupnya bermula.
Setamat dari SMA Negeri 1 Padang pada tahun 2005, sang ayah sangat mendorong anak-anaknya untuk menempuh jalur kedokteran, mengikuti jejak kakak-kakaknya yang seluruhnya berprofesi sebagai dokter. Sang ayah memintanya mengambil kuliah kedokteran di Jakarta. Namun, Fadly memiliki pendirian yang sangat keras untuk mendalami dunia bisnis dan memilih berangkat ke Amerika Serikat. Dengan berat hati, ia harus meninggalkan sang ayah yang kala itu sedang dalam keadaan sakit demi membuktikan impiannya.
Di bawah langit Seattle, Amerika Serikat, ia menuntaskan pendidikan Associate of Arts and Science (A.A.S.) dari Shoreline Community College (2007) dan merengkuh gelar Bachelor of Arts in Business Administration (B.B.A.) bidang Finance dari Universitas Seattle pada tahun 2009. Sepulang dari perantauan di luar negeri, ia tidak langsung memegang bisnis besar keluarga. Ia memulai usahanya benar-benar dari bawah dengan membuka sebuah warung internet (warnet) pada tahun 2009.
Kemandirian dan ketajaman instink bisnisnya membuat karier Fadly berkembang pesat. Ia mendirikan PT Bangun Harapan Indonesia yang bergerak di bidang pusat kebugaran serta usaha ritel, sekaligus aktif memimpin berbagai organisasi kepemudaan dan ekonomi di Sumatera Barat. Pengalamannya terbentang luas mulai dari menjadi Ketua Umum BPC HIPMI Kota Padang, Ketua KNPI Kota Padang, hingga puncaknya dipercaya sebagai Ketua KNPI Sumatera Barat periode 2018–2022 dan Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Barat sejak tahun 2022.
Keberaniannya dalam mengambil keputusan kembali diuji saat ia terjun ke dunia politik praktis pada Pilwako Padang Panjang 2018. Meskipun saat itu ia memegang KTP Kota Padang dan tidak bisa memilih dirinya sendiri, ia berhasil memenangkan simpati masyarakat dan menjabat sebagai Wali Kota Padang Panjang periode 2018–2023 setelah unggul tipis dari petahana.
Selama memimpin kota berhawa dingin tersebut, dedikasinya berbuah ragam penghargaan bergengsi, termasuk Manggala Karya Kencana dari BKKBN (2022) hingga Anugerah Temenggong Tun Hassan dari Dunia Melayu Dunia Islam (2023).
Keberhasilan memimpin di tingkat daerah mengantarkan suami dari dr. Dian Puspita, Sp.JP., ini menuju panggung yang lebih besar. Pada Pemilihan Umum Wali Kota Padang 2024, Fadly Amran maju berpasangan dengan Maigus Nasir. Pasangan yang diusung oleh koalisi besar ini berhasil menang mutlak atas para pesaingnya dengan meraup 176.648 suara atau setara dengan 55,17 persen suara sah. Walaupun hasil tersebut sempat digugat oleh pihak lawan ke Mahkamah Konstitusi, keabsahan kemenangan mereka tetap kokoh setelah MK menolak gugatan tersebut.
Puncaknya, pada 20 Februari 2025, ayah dari Ashraf Faddian Amran ini resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, sebagai Wali Kota Padang.
Kisah perjalanan hidup Fadly Amran menjadi sebuah inspirasi bagi generasi muda Ranah Minang, membuktikan bahwa sebuah pilihan hidup yang diambil dengan keyakinan, tanggung jawab, dan kerja keras mampu mengubah mimpi masa muda menjadi sebuah pengabdian nyata yang berdampak luas bagi masyarakat.
#wkp/ede


