Karya: TEUKU HUSAINI


Di balik meja yang penuh kuasa,

ada tangan yang diam-diam mengambil,

bukan sekadar angka dalam laporan,

tetapi nasi yang seharusnya sampai ke meja rakyat.

Koruptor tidur di kasur empuk,

sementara rakyat tidur beralas keresahan.

Koruptor berpesta dengan uang negara,

sementara ibu menghitung receh

untuk membeli beras esok pagi.

Wahai tangan yang mengambil hak rakyat,

ingatlah...

Uang yang kau curi bukan sekadar rupiah.

Di dalamnya ada keringat petani,

air mata buruh,

doa seorang ibu,

dan harapan anak-anak negeri.

Engkau mungkin mampu membeli rumah,

mobil mewah, dan kemewahan dunia.

Tetapi tidak akan pernah mampu membeli

ketenangan hati dan pengampunan Tuhan.

Hari ini mungkin engkau tertawa,

karena rakyat kecil yang lapar tak mampu melawan.

Namun hukum Tuhan

tidak mengenal jabatan,

tidak mengenal pangkat,

tidak mengenal kekayaan.

Di dunia mungkin hukum bisa kau akali.


Di hadapan manusia mungkin kau bisa berdalih.

Tetapi ketika waktunya tiba,

tak ada pengacara,

tak ada kekuasaan,

tak ada uang

yang mampu menyelamatkan.

Koruptor boleh tertawa hari ini,

tetapi jangan lupa:

air mata rakyat adalah doa

yang naik tanpa suara.

Dan doa orang yang dizalimi

tidak pernah kehilangan jalan

menuju langit.

Kembalikan hak rakyat.

Berhentilah mencuri negeri ini.

Sebab jabatan hanyalah titipan,

kekuasaan hanyalah sementara,

dan pada akhirnya

setiap manusia akan mempertanggungjawabkan

apa yang telah diperbuatnya.


#wag.forumleadershipsumbar





 
Top