Ananda Sukarlan (paling kanan) bersama Anthony Hartono
(salah seorang solois Millenial Marzukiana)
di kediaman BJ Habibie
JAKARTA -- Jakarta New Year Concert (JNYC) diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2006 oleh Ananda Sukarlan Center bekerjasama dengan berbagai organisasi. Acara ini telah diselenggarakan di gedung-gedung terbaik di Jakarta, seperti Taman Ismail Marzuki, Titan Center, Gedung Bank Indonesia dan tahun ini pertama kalinya di Ciputra Artpreneur, diproduksi oleh Kaya.ID.


Tema tahun ini adalah "Millenial Marzukiana", karena memang salah satu cita-cita Ananda Sukarlan adalah memperkenalkan karya-karya Ismail Marzuki ke ranah musik klasik internasional dengan cara membuat komposisi untuk orkes dan solois dari semua instrumen. 

Saat ini sudah tercipta Piano Concerto, Violin Concerto dan bagian pertama dari Harp Concerto. "Millenial" di judul konser ini adalah karena para soloisnya adalah para pemusik terbaik Indonesia saat ini yang memang dari generasi milenial (lahir setelah 1990). 

Semua karya "Marzukiana" ini bertujuan mengeksploitasi teknik permainan dan virtuositas dari para soloisnya, sehingga mereka bisa  Mereka semua sedang atau kuliah di universitas terbaik di luar negeri, terutama pianis Anthony Hartono (23 tahun) kelahiran Magelang yang kini mahasiswa S2 di Sibelius Academy of Music, Helsinki, yang sekarang memegang reputasi sebagai fakultas musik terbaik di Eropa. 

Selain itu, Ananda Sukarlan juga bercita-cita untuk membawa nama Indonesia di dunia musik ballet supaya bisa bersanding dengan karya-karya besar seperti "The Rite of Spring" karya Stravinsky, atau Swan Lake karya Tchaikovsky. Untuk itu ia mengambil cerita rakyat Indonesia, dan sudah dimulai dengan "Malin Kundang", legenda dari Minang. Musik ini ia harapkan dapat menjadi basis dari koreografi dalam pencarian "ballet Indonesia", seperti yang sudah dikerjakannya untuk memapankan "musik klasik Indonesia". Para penyanyi Mariska Setiawan (soprano) dan Widhawan Pradhita (tenor) akan terlibat di sini, juga narrator Charles Bonar Sirait dan Handry Satriago. 

Kedepannya, Ananda Sukarlan akan konsisten membuat Orkestra dengan mengangkat lagu-lagu nasional. "Jika negara adalah sebuah toko, produk kesenian negara itu adalah etalasenya", kata Ananda. 

"Saya menganggap musik Ismail Marzuki layak  banget dipajang di etalase. Musisi Indonesia jarang melakukan hal ini karena sulit: Yang dipajang harus musik dengan ciri Indonesia yang kuat dan ada partiturnya sehingga bisa dimainkan oleh musisi-musisi negara lain." 

Ananda sudah melakukannya dengan 20 nomor "Rapsodia Nusantara" untuk piano solo yang sudah dimainkan oleh ratusan pianis di berbagai negara. Kini ia ingin "naik kelas" dan melakukan hal yang sama dengan orkes.

Selain melakukan diplomasi kebudayaan, sebagian hasil dari penjualan tiket konser ini akan disumbangkan Ananda ke Tim Kampanye Nasional untuk memenangkan pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin. Ananda sendiri telah dipanggil Moeldoko dan jajaran Staf Kepresidenan untuk membicarakan potensi bakat para pemusik muda, serta pengelolaan aset kebudayaan, seperti yang telah diceritakan di blog Anandahttps://bloganandasukarlan.com/2018/11/11/ananda-sukarlan-moeldoko-bahas-potensi-besar-di-bidang-seni-dan-budaya/

Kolaborasi bersama Kaya.ID

Jakarta New Year's Concert 2019 ini dipromotori oleh Lumia Kaya Indonesia atau Kaya.ID lho. Kaya.ID ini adalah perusahaan bisnis inkubator khusus untuk UMKM yang bertujuan untuk mengembangkan UMKM di Indonesia dan membawa UMKM menjadi brand yang go Internasional. 

Kaya.ID masih sangat muda, baru berdiri pada 14 Februari 2018 berawal dari banyaknya potensi diseluru Indonesia dalam bidang budaya, produk, kreativitas, sumber daya manusia, pariwisata, dll. Semuanya memiliki potensi besar untuk menjadi brand ternama di Indonesia dan dunia, hanya saja belum ada yang mewadahi semuanya secara khusus, serius dan profesional.

Salah satu potensi tersebut adalah karya Ismail Marzuki. Ini merupakan sebuah kekayaan intelektual yang sangat berharga. Perpaduan antara musik klasik yang digubah oleh Ananda Sukarlan yang sudah tampil diberbagai negara dan event kelas dunia membuat Kaya.ID langsung tertarik sebagai promotor. Konser ini juga sekaligus sebagai momen memperkenalkan Kaya.ID kepada para penonton pada 13 Januari 2019 nanti.

Nita Kartikasari, CEO Kaya.ID mengatakan keinginan hatinya agar lagu Indonesia klasik ini bisa terkenal di dalam dan luar negeri, terutama kepada anak-anak muda agar mau bangga , memakai serta menggunakan produk-produk Indonesia. Nita menginisiasikan acara ini kepada Ananda Sukarlan pada awal tahun 2018 agar membuat konser musik klasik tetapi harus menarik bagi kalangan millenial. Karena ada kesesuaian visi , misi, dan karya maka Kaya.ID langsung mau menjadi promotor mega konser ini.

(rel/ede)

 
Top