GARUT, JABAR -- Sejumlah siswi berkerudung di salah satu SMK Negeri di Garut mendadak viral setelah video mereka histeris usai dirazia rambut beredar di media sosial. Para siswi menangis karena rambutnya dipotong paksa oleh oknum guru setelah mengikuti pelajaran olahraga.
Dalam video yang beredar, terlihat para siswi histeris di dalam kelas. Mereka mengaku tidak terima rambut panjangnya digunting secara paksa saat razia berlangsung
Tindakan tersebut dilakukan karena rambut para siswi diketahui diwarnai, yang dinilai melanggar aturan sekolah. Namun, cara penindakan itu menuai kritik karena dianggap berlebihan, terlebih para siswi mengenakan hijab. Akibat kejadian itu, sejumlah siswi memilih mengadu dan meminta pendampingan hukum.
“Jumlah siswa yang meminta pendampingan ada sekitar 7 sampai 8 orang. Mereka datang ke kampus STAINUS melalui BEM untuk meminta bantuan, lalu kami diminta mendampingi secara hukum,” ujar Asep Muhidin, pendamping hukum siswa, Selasa (5/5/2026).
Asep menyebut total korban cukur paksa mencapai belasan orang, meski yang saat ini didampinginya berjumlah 7 hingga 8 siswi. Berdasarkan keterangan korban, peristiwa itu terjadi setelah jam pelajaran olahraga.
#pik/sin/hpr

