SENTANI, PAPUA -- Sebanyak seratus pelajar usia dini tingkat SD dan SMP Asli Papua mengikuti lomba Hari Pahlawan Nasional. Lomba yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional itu diinisiasi oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) Presidium Putra Putri Pejuang Pepera (P5) Provinsi Papua bekerjasama dengan Rumah Belajar Papua (Papua Hey).

Lomba khusus menggambar dan baca puisi untuk Pahlawan berlangsung di Pendopo Igwa-igwa Ondikeleuw Haleufoiteuw Hele Wabhouw, Jalan Bisteur Pos, Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (7/11/2020) dihadiri langsung Kepala Staf Korem 172/PWY, Kolonel Inf Achmad Fauzi dan Ketua Ormas P5, Yanto Eluay.

Kegiatan yang bertajuk Lomba Menggambar untuk anak kelas IV sampai kelas VI tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Lomba Baca Puisi untuk anak usia SMP memperingati Hari Pahlawan 10 November 2020 ini mengusung tema "Pahlawan Dalam Diriku"  diikuti seratus peserta kategori pelajar SD dan SMP yang ada di Kota Sentani.

Ketua Ormas Presidium Putra Putri Pejuang Pepera Yanto Eluay menjelaskan bahwa,  dalam rangka Hari Pahlawan 10 November 2020, Ormas Presidium Putra Putri Pejuang Pepera Provinsi Papua bekerjasama dengan Rumah Belajar Papua di bawah naungan Kodam XVII/Cenderawasih, yang peduli terhadap generasi muda khususnya peningkatan sumber daya manusia menggelar berbagai lomba.

“Pada peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun 2020, kita melaksanakan kegiatan lomba menggambar yang diikuti oleh anak SD kelas IV sampai kelas VI. Sedangkan untuk tingkat SMP, kita akan buat lomba baca puisi Pahlawan,” ungkap Yanto Eluay.

Pria yang juga Ondofolo Kampung Sereh itu menjelaskan bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran siswa-siswi sekolah akan kebesaran bangsa Indonesia dan Pahlawan Indonesia asal Papua. 

“Papua juga memiliki Pahlawan yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Sehingga tujuan dilaksanakan kegiatan ini seperti ini adalah untuk memperingati Hari Pahlawan dan pengembangan sumber daya manusia dalam hal ini generasi muda kita. Selain itu juga generasi muda anak-anak kita baik itu dari tingkat SD sampai SMP, untuk mereka dapat memahami serta mengetahui siapa saja pahlawan Indonesia,” katanya.

Menurut Yanto Eluay, pahlawan yang berjuang melawan penjajah Belanda dan juga berjuang untuk kemerdekaan bangsa Republik Indonesia harus diperkenalkan kepada anak anak atau generasi muda kita.

“Generasi muda kita harus tahu, bahwa kita sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dimana, pada tahun 1969 dilakukan musyawarah Pepera yang melibatkan 1.026 tokoh-tokoh Papua yang sudah menyatakan dan memutuskan Papua menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tuturnya.

Ketua Ormas Presidium Putra Putri Pejuang Pepera menegaskan bahwa Papua sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI sejak Pepera itu diputuskan. “Inilah yang  sering saya  sampaikan kepada anak anak dan generasi muda Papua saat memperingati Hari Pahlawan 10 November,” ucapnya. 

Di tempat yang sama, Kasrem 172/PWY Kolonel Inf Achmad Fauzi menuturkan lomba hari pahlawan nasional sangat penting dibuat guna menanamkan rasa kebangsaan kepada anak-anak Papua. 

Menurutnya, mereka (anak-anak) harus menjadi warga negara yang mencintai pahlawannya. "Itu yang kita tanamkan dari awal kepada generasi muda, sehingga mereka harus tau sejarah Papua itu sendiri terutama pahlawan-pahlawan yang berjasa sejak dulu sampai saat ini,” ungkapnya

Kolonel Achmad Fauzi berharap lomba ini terus berkelanjutan, masih ada lagi lomba-lomba berikutnya yang bisa memberikan pemahaman serta rasa kecintaan terhadap para pahlawan dan juga orang-orang yang berjasa bagi Papua.

Sementara itu, penanggungjawab rumah belajar Papua (Papua Hey), Lidya Yohana mengatakan bahwa lomba hari nasional ini dilaksanakan supaya tumbuh jiwa kepahlawanan di diri setiap anak-anak Papua. 

"Selain itu, lomba ini kita lakukan agar mereka lebih mengenal para pahlawan Papua sehingga dari lomba ini mereka dapat belajar dan termotivasi untuk menjadi generasi yang berguna bagi Bangsa terlebih untuk kemajuan Papua," terangnya.

Dirinya juga berharap, kedepannya terus ada kegiatan dalam bentuk lomba seperti ini agar supaya wawasan dari generasi muda Papua dapat terus bertumbuh dan berkembang seperti wawasan anak muda lainnya yang berada di tempat lainnya.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka peringatan hari pahlawan tersebut masih dibuka pendaftarannya di sekertariat Pendopo Adat Helebhey Obhe Kampung Sereh, Sentani hingga tanggal 9 November 2020. Pemenang Lomba menggambar dan baca puisi tersebut nantinya akan mendapatkan hadiah Sepeda dan uang tunai (Juara 1 sebesar Rp 1.000.000, Juara 2 sebesar Rp 750.000, Juara 3 sebesar Rp 500.000 dan Juara harapan 6 org masing-masing sebesar Rp. 100.000).

(rel/ede)

 
Top