IBENZANI Usman lahir pada 15 April 1937 di Padang. Ia merupakan seorang intelektual, ahli seni rupa dan komponis legendaris keturunan Minangkabau yang memberikan kontribusi besar bagi dunia pendidikan serta kebudayaan Indonesia.
Sebagai guru besar di Universitas Negeri Padang (UNP), sosoknya dikenal memiliki pemikiran yang inklusif dalam memadukan nilai-nilai tradisional Minangkabau dengan estetika modern yang universal, menjadikannya figur sentral dalam perkembangan institusi seni di Sumatera Barat.
Perjalanan akademis dan seninya dimulai dari pendidikan di Jurusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB). Menariknya, meskipun sempat bercita-cita menjadi dokter, beliau mengikuti anjuran ayahnya untuk mendalami seni, sebuah keputusan yang menjadi titik awal pengabdiannya yang luar biasa.
Sepulangnya ke Padang pada tahun 1962, beliau menjadi motor penggerak pembentukan Jurusan Seni Rupa di universitas yang kini menjadi UNP. Sebagai seniman, beliau adalah perancang karya-karya ikonik yang menjadi identitas Kota Padang, seperti Tugu Padang Area dan relief Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis.
Titik balik yang mengukuhkan namanya sebagai maestro musik adalah kemampuannya menggubah lagu-lagu legendaris yang tetap didengungkan hingga kini. Beliau adalah pencipta lagu "Desaku" yang populer, serta mars-mars penting seperti Mars Universitas Andalas dan lagu wisuda ITB. Di bidang seni rupa, disertasi doktoralnya di ITB tahun 1985 tentang seni ukir Minangkabau menjadi rujukan ilmiah yang sangat berharga.
Meski telah wafat pada 28 Juli 1995, warisan karyanya—mulai dari Lambang Kota Padang hingga lagu "Lintuah" yang tak lekang oleh waktu—terus menjadi kebanggaan yang mengharumkan nama Minangkabau di panggung nasional.
#wkp/saz/ede
