PADANG -- Puluhan warga Kelurahan Sabarang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, menyegel kantor lurah setempat. Aksi ini sebagai bentuk protes atas gerak lamban lurah dalam menandatangani surat berisi daftar nama penerima bantuan bedah rumah senilai Rp15 juta, melalui program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).

Warga mulai mendatangi Kantor Lurah Sabarang Palinggam pada 08.00 WIB, Selasa (24/7/2018). Ketua RW 02, Bainullah menyebutkan, masyarakat menyegel kantor karena menuntut lurah segera menandatangani daftar 20 nama calon penerima bantuan bedah rumah telah memenuhi kelayakan berdasarkan penilaian tim fasilitator.

“Yang diinginkan warga agar semuanya cepat selesai, tetapi lurahnya belum menandatangani list nama tersebut. Tidak jelas apa masalahnya, apakah karena syarat yang belum lengkap, atau alasan lain. Saya rasa lurah tidak bisa disalahkan. Masyarakat juga tidak salah. Sepertinya musyawarah perlu dilakukan,” kata Bainullah.

Satu jam berselang setelah penyegelan, personel Polsek Padang Selatan datang ke lokasi untuk meredakan amarah warga, serta membuka balok-balok kayu yang digunakan untuk menyegel pintu kantor. Beberapa saat setelah segel dibuka, Lurah Sabarang Palinggam, Aidil Zuhasni datang dengan dikawal Kapolsek Padang Selatan guna memberi penjelasan.

Aidil mengatakan, penandatanganan daftar nama calon penerima bantuan bedah rumah belum bisa ia lakukan karena pihaknya belum melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Pengecekan sendiri wajib dilakukan guna mengantisipasi kekeliruan dalam penyaluran bantuan.

“Takutnya ada yang tidak tepat sasaran, dan berdasarkan surat edaran dari Sekda Kota Padang, yang mendapatkan bantuan harus terdaftar dalam basis data terpadu (BDT). Jadi mengapa saya dipaksa harus menandatangani sekarang, saya harus cek dulu ke lokasi,” kata Aidil.

Lurah Sesalkan Tindakan Spontan Warga

Aidil mengaku menyesalkan tindakan spontan sebagai bentuk protes warga tersebut. Namun secara administratif, pihaknya tetap harus memenuhi kelengkapan persyaratan sesuai prosedur yang berlaku, agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.

“Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Semoga masyarakat lebih memahami pola administrasi pemerintahan agar tidak terjadi lagi tindakan-tindakan yang tidak baik. Kami akan mengumpulkan calon penerima bantuan besok (hari ini.red) beserta RT, RW dan LPM untuk memastikan list penerima bantuan bedah rumah,” katanya lagi.

(han/bin)
 
Top