PADANG -- Pemerintah Kota Padang menyambut positif berbagai gerakan atau kampanye demi terciptanya generasi muda yang terbebas dari rokok di kota ini. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Youth Generation of Tobacco Control (YGTC) Kota Padang. Kali ini YGTC menggelar sharing session dengan mengangkat tema "Anak Indonesia Tanpa Rokok Tahun 2018".

Kegiatan yang dilangsungkan di Palanta Rumah Dinas Walikota, Sabtu (17/3/2018) pagi itu, diikuti peserta sebanyak 100 orang perwakilan dari antar SLTP/SLTA se-Kota Padang. 

Pjs Walikota diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Heryanto Rustam membuka kegiatan itu secara resni. Juga hadir Ketua Ruandu Foundation Muharman selaku pemateri yang memaparkan berbagai hal vital dari bahaya rokok sekaligus langkah-langkah menyiapkan aksi dalam memberantas rokok di Kota Padang.

Heryanto mengatakan, bahaya rokok sangat besar dan berdampak buruk bagi kesehatan dan keberlanjutan generasi muda. Hal ini merupakan bahagian yang diseriusi oleh Pemko Padang karena juga berkaitan  menjadikan Padang menuju Kota Layak Anak (KLA).

“Kita sangat mendukung upaya dan aksi seperti ini,” ucapnya yang juga didapuk sebagai narasumber dalam kesempatan itu.
Heryanto pun dalam pemaparannya juga menyampaikan terkait upaya-upaya dalam mewujudkan Padang sebagai Kota Layak Anak.

Untuk ini DP3AP2KB bersama OPD terkait dan stakeholder telah menjalankan beberapa program. Diantaranya mengupayakan pemenuhan hak anak untuk hidup tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar dalam berbagai bidang.

“Di samping itu kita juga terus berupaya membangun sarana dan prasarana yang ramah anak, menghapus  segala bentuk tindakan kekerasan terhadap anak dan menciptakan kesejahteraan dan perlindungan bagi mereka. Mari kita bersama-sama mewujudkannya demi Padang menjadi Kota Layak Anak,” ucapnya.

Ditambahkannya, dalam program Kota Layak Anak tersebut sejatinya bertujuan agar anak-anak di Kota Padang dapat tumbuh dan berkembang secara wajar dan optimal baik fisik, mental, sosial maupun intelektualnya. Kemudian terlaksananya pembangunan responsif anak dengan berdasarkan pada situasi, kondisi dan kebutuhan anak. Juga terbangunnya kerjasama, koordinasi dan kemitraan dalam mengimplementasikan pembangunan responsif anak di masing-masing instansi terkait, lembaga dan dunia usaha.

“Sasarannya yaitu bagi semua anak berusia di bawah 18 tahun termasuk yang masih dalam kandungan,” tukasnya mengakhiri.

Sementara itu terkait kegiatan sharing session bersama YGTC Kota Padang tersebut, Ketua Panitia Pelaksana Jimas Ifandi Baskara mengatakan yaitu sehubungan memperingati satu tahun berdirinya YGTC Indonesia yakni pada 14 Maret 2017 lalu. Organisasi ini diketahui menjadi wadah bagi generasi muda sekaitan memahami bahaya tembakau.

“Adapun tujuan utama kegiatan ini yaitu, ingin mengedukasi para generasi muda di Kota Padang dapat memahami bahaya dan menjauhi rokok sekaligus mengerti bahwasanya iklan-iklan rokok yang ada memiliki dampak buruk sehingga menyebabkan semakin banyaknya pencandu rokok yang mesti diatasi secara bersama,” imbuhnya.

Untuk aksi selanjutnya kata Jimas, dalam waktu dekat YGTC Kota Padang akan melakukan aksi seperti dalam kampanye “Hari Tanpa Tembakau Sedunia” pada 31 Mei 2018 nanti.

“Untuk ini rencananya akan kita lakukan di kawasan Gor.H. Agus Salim. Cukup banyak aksi yang akan kita lakukan pada kesempatan itu, salah satunya meminta banyak tandatangan dari masyarakat bahwasanya menyatakan setuju Kota Padang bebas dari iklan, sponsor bahkan industri dari rokok,” tandasnya.

(han/dvi/ard)
 
Top