KETIKA tubuh seseorang lapar, maka sel-sel tubuhnya pun ikut lapar, sehingga sel yang lapar ini akan berusaha memakan sel-sel dirinya yang sudah tidak beguna lagi atau sel-sel yang telah rusak/mati, agar tidak menumpuk dan menjadi sampah dalam tubuh.
Dengan demikian sel-sel mati ini tidak akan menghasilkan sesuatu yang bisa membahayakan tubuh, sebaliknya ia justru melakukan proses pembersihan, membuang semua sel yang sakit, kanker, sel-sel yang menua dan Alzheimer, menjaga peremajaan/awet muda dan melawan diabetes. Penciptaan protein khusus ini hanya dapat terbentuk dalam keadaan tertentu seperti pada saat lapar.
Maka beruntunglah bagi seorang muslim yang rajin melaksanakan ibadah puasa, sebab tubuh orang yang berpuasa akan membersihkan dirinya sendiri secara otomatis.
Ilmuwan asal Jepang, dr. Yoshinori Ohsumi telah membuktikan dan menemukan bahwa ketika seseorang lapar (puasa) dalam jangka waktu tidak kurang dari 8 jam dan tidak lebih dari 16 jam, maka tubuh akan membentuk protein khusus di seluruh tubuh yang disebut Autophagisom.
Autophagisom tersebut bisa dianalogkan sebagai suatu sapu raksasa yang mengumpulkan sel-sel mati yang tidak berguna dan bisa membahayakan tubuh untuk dikeluarkan.
Sel-sel mati ini banyak dihasilkan oleh sel kanker dan sel berbentuk kuman (virus atau bakteri) penyebab penyakit. Protein autophagisom tersebut menghancurkan dan memakan sel-sel berbahaya tersebut, lalu mengeluarkannya.
Sebagai kesimpulan dari riset ini, dr. Yoshinori Ohsumi menyarankan agar seseorang bisa menjalani praktek melaparkan diri (puasa) dua atau tiga kali dalam seminggu.
Atas riset yang ia beri nama "Autophagi", dr. Yoshinori Ohsumi telah memenangkan penghargaan Nobel Kedokteran.
Tentunya metode ini tidak asing bagi seorang muslim, sebab dalam Islam memang dianjurkan banyak berpuasa, seperti disunnahkan untuk puasa Senin dan Kamis, puasa Ayyamul Bidh, puasa Syawal, puasa sunnah-sunnah lainnya serta puasa wajib yang dilakukan selama 1 bulan di bulan Ramadhan.
Artinya bahwa konsep Autophagi sesungguhnya sudah diajarkan dalam Islam dan telah dipraktekkan sejak 15 abad yang lalu oleh teladan terbaik kita yaitu Rasulullah ï·º Masyaa Allah.
Dengan adanya penelitian dan ilmu pengetahuan ini kita sebagai seorang muslim harusnya semakin bangga dan semoga semakin menambah keimanan kita kepada Allah Ta'ala serta semangat mengamalkan syariat-syariat yang diperintahkan-Nya, sebab setiap aturan syariat pasti ada kemuliaan dan manfaat untuk manusia.
#zak/ede

