Oleh:
Dr. Azrimaidaliza, SKM, MKM dan Mahasiswa KKN FKM Unand Kelompok Kelurahan Kuranji

KEGIATAN Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) dengan tema “Bakti untuk Nagari” selama pandemi Covid-19 sedang berjalan di beberapa daerah, baik di dalam maupun di luar Provinsi Sumatera Barat. 

Kegiatan KKN diselenggarakan oleh masing-masing fakultas yang ada di Unand dengan lokasi sesuai dengan daerah tempat tinggal masing-masing mahasiswa, disebabkan kondisi yang tidak memungkinkan jika mahasiswa secara berkelompok ditempatkan di suatu daerah seperti periode-periode KKN sebelumnya. 

Pada periode KKN Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unand tahun ini, kegiatan dilaksanakan selama 30 hari dengan fokus kegiatan pada upaya menanggulangi permasalahan Covid-19 dan kegiatan pendukung mengenai permasalahan kesehatan dan gizi yang dihadapi oleh masyarakat di daerah tempat tinggal mahasiswa. 

Selama pelaksanaan kegiatan KKN di lapangan, mahasiswa harus mengikuti protokol kesehatan dan harus seizin pihak kelurahan dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk mencegah penularan Covid-19.  

Kelurahan Kuranji yang berada dalam wilayah Kecamatan Kuranji, merupakan salah satu kelurahan di Kota Padang yang menjadi lokasi KKN FKM Unand. Program kerja utama mahasiswa KKN FKM Unand adalah kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai Covid-19. 

Selain kegiatan edukasi dengan menggunakan beberapa media seperti leafleat, poster serta menggunakan media sosial (medsos) seperti instagram, juga dilaksanakan di antaranya kegiatan bakti sosial (baksos) berupa pemberian paket sembako dan masker kepada masyarakat. 

Kegiatan pemberian paket sembako dilaksanakan oleh mahasiswa di salah satu kampung terdampak Covid-19 di Kelurahan Kuranji, tepatnya di Kampung Melayu. Sebanyak 50 paket sembako diberikan kepada keluarga-keluarga yang secara ekonomi sangat membutuhkan dan sangat terdampak Covid-19 berdasarkan data dari Kelurahan Kuranji. 

Kegiatan pemberian paket ini bekerjasama dengan yayasan mandiri yaitu Bakar Hatta Foundation (BHF). 

Kegiatan pemberian paket sembako secara simbolik dihadiri oleh Lurah Kuranji (Bapak Kasma Effendi), Ketua BHF (Muhammad Alhadi Arius), DPL, mahasiswa KKN FKM Unand Kelurahan Kuranji serta tiga orang perwakilan keluarga Kampung Melayu. 

Selanjutnya sembako diberikan secara langsung oleh mahasiswa ke rumah masing-masing keluarga terdampak Covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan.

Sekilas mengenai yayasan BHF selaku sponsor kegiatan pemberian paket sembako, yayasan ini bergerak di bidang pendidikan, sosial dan aktif membantu permasalahan di tengah masyarakat. 

Yayasan BHF didirikan pada tanggal 20 Mei 2020 di Padang dan saat ini berkantor di Padang Panjang. 

Adanya kerjasama antara institusi pendidikan dengan suatu lembaga atau yayasan melalui kegiatan KKN mahasiswa merupakan bentuk kolaborasi yang diharapkan dalam upaya menangggulangi permasalahan di masyarakat.   

Pada saat pemberian paket sembako kepada masyarakat juga dilaksanakan kegiatan edukasi berupa penyuluhan melalui media leafleat oleh mahasiswa dengan materi tentang konsumsi makanan bergizi yang dapat meningkatkan imunitas tubuh selama pandemi Covid-19. 

Informasi yang disampaikan diharapkan dapat mencegah masyarakat dari kemungkinan terkena pandemi Covid-19 disamping pemberian edukasi tentang menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. 

Kegiatan edukasi merupakan salah satu upaya yang harus terus dilaksanakan oleh berbagai institusi saat ini. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan institusi pendidikan terutama di bidang kesehatan melalui KKN mahasiswa dalam upaya menjalankan program pemerintah di masa “New Normal”.

Data Kasus penderita Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat pada bulan Juli 2020 ini menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus, padahal sebelumnya kasus mulai menurun berdasarkan data tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 per bulan Juli 2020 klik: https://covid19.go.id/peta-sebaran, salah satunya juga terjadi di Kota Padang. 

Pada masa tatanan kehidupan baru atau dikenal dengan masa ‘New Normal’ masyarakat dituntut untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, tetap menggunakan masker pada saat ke luar rumah, jaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, aktifitas fisik dan istirahat yang cukup. 

Kelompok Rentan Gizi
Berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar atau disingkat PSBB yang kemudian masuk ke era “New Normal” saat ini, tidak berarti perilaku masyarakat kembali pada kondisi sebelum pandemi Covid-19. Masyarakat, terutama kelompok rentan gizi, diharapkan lebih memahami bahaya terkena Covid-19 dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terkena Covid-19. 

Kelompok rentan gizi dimaksud adalah kelompok di dalam masyarakat yang paling mudah menderita gangguan kesehatan atau rentan karena kekurangan gizi, yaitu kelompok bayi, anak-anak, remaja, ibu hamil, ibu menyusui dan lanjut usia. Oleh karena itu, kelompok rentan gizi harus mengkonsumsi makanan yang sehat, bergizi dan beragam sesuai dengan kebutuhan. Selain, upaya-upaya pencegahan lainnya yang dapat dilaksanakan terkait dengan upaya pemenuhan kebutuhan pangan keluarga adalah dengan menggiatkan penanaman sayur dan buah di pekarangan rumah masing-masing.

Peran akademisi terutama bidang kesehatan dalam mengedukasi masyarakat harus terus ditingkatkan dalam menyampaikan informasi tentang Covid-19 ini. Berbagai strategi perlu dipikirkan termasuk pemanfaatan media pendukung sehingga informasi tersebut bisa sampai ke masyarakat, sehingga diharapkan tidak hanya pengetahuan masyarakat meningkat tapi juga diharapkan masyarakat mampu dan mau menerapkannya. 


Faktor sosial ekonomi dan budaya turut berpengaruh terhadap perubahan perilaku masyarakat. Begitu juga peran dari tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama dan semua elemen masyarakat akan memberikan ‘daya ungkit’ lebih baik terhadap perubahan perilaku masyarakat.

***


 
Top