PADANG -- Detasemen Khusus 88 melakukan penangkapan terhadap seorang diduga teroris di Padang, Sumatera Barat, Kamis (18/7/2019) malam. Sehubungan hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra menyampaikan terimakasih kepada aparat kepolisian.

Menurut Wahyu, sudah terlalu banyak nama-nama terduga teroris yang berasal dari Sumatera Barat. "Saya cuma mengingatkan, karena sudah terlalu banyak nama-nama, sebelumnya teroris yang berasal dari Sumatera Barat. Kali ini terungkap lagi. Sebelumnya kan sudah ada kaitan, ada jaringan-jaringan, kemudian ada perubahan perilaku orang Minang. Perilaku orang Minang yang biasanya merantau, yang ia akan menyesuaikan dengan kehidupan di mana dia tinggal, hari ini bukan begitu lagi," ungkapnya ketika dijumpai di Padang, Sabtu (20/7/2019). 

Wahyu melihat ada perubahan pola pikir orang Minangkabau. "Orang Minang itu bicara "Takuruang nak dilua, taimpik nak diateh, ikan dilawik lah jaleh jantan batinonyo (terkurung hendak di luar, terjepit hendak di atas, ikan di laut sudah jelas jantan betinaya, red)". Sekarang saya lihat tidak seperti itu. Malah mengeluarkan informasi, merubah pola pikir, membawa kepada kelompok-kelompok yang mengajak ke khilafah," jelasnya. 

Menurut Wahyu, perlu ada kehati-hatian. Masyarakat jangan sampai terpengaruh ajakan kepada ajaran Khilafah itu. "Ini perlu kehati-hatian, para ulama dan para ustad, jangan sampai terpengaruh ajakan khilafah ini. Perlu kehati-hatian, kita di Minangkabau ini muslim moderat. Tidak ada orang Minang yang perang karena perbedaan, yang menghina agama orang lain," tukuknya. 

Wahyu pun menyampaikan terimakasih kepada aparat yang sudah berhasil megamankan terduga teroris tersebut. Namun, kata Wahyu, yang paling penting adalah sikap kehati-hatian masyarakat. Jangan mudah terpengaruh dengan ajakan soal Khilafah dan informasi yang tidak jelas. 

"Perlu keseriusan, tindakan-tindakan yang harus segera dilakukan pemerintah. Pemerintah juga akan mereka hancurkan juga, misalnya polisi mereka anggap musuh. Saya malah ngerinya, jangan-jangan sudah ada pimpinan pemerintah orang-orang mereka," tegasnya.

(yhy/ede)
 
Top