PADANG - Sumatera Barat telah menyiapkan bahan-bahan pengajuan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kepada Menteri Kesehatan (Menkes) RI.

Bahan-bahan pengajuan status PSBB tersebut sedang disusun oleh Balitbang dan tim akademik dari Universitas Andalas. Data-datanya harus dilengkapi semua. Sampai saat ini, baru 70 persen data tersebut terselesaikan. Kemungkinan besar data tersebut baru Senin (13/4/2020) depan dilaporkan ke gubernur.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, menjawab konfirmasi awak media membenarkan hal tersebut.  

"Sekarang dalam proses menyiapkan data, karena di Permenkes itu untuk mengajukan PSBB banyak syaratnya," ungkapnya ketika dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (10/4/2020), 

Menurut Irwan, pihaknya juga akan mengarah ke sana (PSBB) karena diakui efektif untuk menghentikan laju corona dan dapat memberi sanksi pada pelanggar PSBB tersebut.

"Tapi kita melihat praktik yang ada di DKI saat ini. Nanti akan dibicarakan, menunggu waktu," terang gubernur dua periode tersebut.

Tapi sebelum PSBB, Irwan Prayitno menjelaskan telah mengeluarkan instruksi Gubernur yang disebut dengan pembatasan selektif.

Bisa dikatakan pembatasan selektif mirip juga dengan PSBB.

"Saya dengar, DKI Jakarta melakukan ini dan itu hampir sama dengan kita juga. Akan tetapi, nanti akan kita lihat bagaimana akhir dari data yang disiapkan itu layak atau tidak," ungkap Irwan Prayitno.

Irwan mengatakan, pihaknya juga perlu melihat pengalaman Jakarta seperti apa.

Sejauh ini, ia menilai penerapan PSBB di DKI Jakarta cukup bagus.

"Jika seandainya diizinkan oleh Permenkes dan Menteri Kesehatan, kami akan lakukan."

"Cuma yang jadi persoalan, tidak semuanya diizinkan, yang baru diizinkan sekarang itu baru DKI Jakarta," jelas Irwan Prayitno.

Sementara, ia juga menambahkan yang sudah mengajukan PSBB itu Jawa Barat, Jawa Tengah, tapi belum disetujui.

Katanya Sumbar masih menunggu data untuk diajukan nanti.

"Mungkin minggu depanlah, kita lihat. Jangan-jangan kita tidak memenuhi syarat untuk diajukan sebagai PSBB. Kalau gitu ya, kita terima dengan kegiatan yang kita lakukan saat ini," legowo Irwan Prayitno.

Persiapan data 70 persen itu, Irwan Prayitno merincikan berupa peningkatan jumlah kasusnya, berapa yang positif, ODP, dan jumlah PDP.

Terakhir, Irwan Prayitno mengungkapkan, pihaknya ingin mengajukan PSBB dengan alasan datangnya orang ke Sumbar dalam masa pandemi corona.

"Kita mau PSBB di antaranya adalah datangnya perantau, ya mungkin ini agak lain dibanding daerah lain.

"Datangnya perantau ini buat kita di Minang menjadi budaya. Ini mungkin satu hal yang menjadi penting kita minta PSBB," tegas Irwan Prayitno. 

Sumber: tribunpadang
 
Top