LEUKIMIA adalah kondisi proses pembentukan sel darah tidak normal, di mana sel-sel darah putih lebih banyak daripada sel darah merah. Sel-sel darah putih tersebut bersifat abnormal dan berubah menjadi sel ganas.

Kasus leukimia paling banyak ditemukan pada anak-anak usia 2 sampai 6 tahun dan orang lanjut usia di atas 50 tahun. Belum diketahui secara pasti penyebab leukimia. 

Namun, ada beberapa faktor seperti radiasi, paparan bahan kimia beracun, riwayat keluarga dan faktor genetik yang meningkatkan risiko seseorang menderita leukimia.

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko leukimia pada anak, ketahuilah 11 gejala awal leukimia pada anak sebagai berikut :

1. Anemia

Kondisi anemia terjadi apabila seseorang kekurangan sel darah merah. Gejala anemia termasuk kelelahan, lemah, pusing, susah bernapas, kulit pucat, dan merasa kedinginan.

2. Sering infeksi

Anak-anak dengan leukemia memiliki jumlah sel darah putih yang tinggi, tetapi sebagian besar sel-sel ini tidak berfungsi dengan benar. Ini karena sel-sel abnormal menggantikan sel-sel darah putih yang sehat. Sel darah putih membantu melindungi tubuh dan melawan infeksi. Infeksi berulang dan persisten dapat mengindikasikan bahwa seorang anak tidak memiliki cukup sel darah putih yang sehat.

3. Memar dan berdarah

Jika anak mudah memar, sering mimisan parah, atau gusi berdarah, kita dapat curiga bahwa gejala tersebut termasuk gejala awal leukimia. Seorang anak dengan jenis kanker ini akan kekurangan trombosit yang membantu mencegah perdarahan.

4. Nyeri tulang atau sendi

Jika anak tampak kesakitan dan mengeluh tulang atau persendiannya sakit atau pegal, ini dapat menunjukkan gejala leukimia pada anak. Hal ini disebabkan oleh sel-sel abnormal yang menyerang sendi atau dekat dengan permukaan tulang.

5. Pembengkakan

Lengan atau kelenjar getah bening yang bengkak mungkin mengindikasikan leukimia. Bengkak juga dapat ditemui pada perut, wajah, leher, dan daerah tulang selangka.

6. Kurang nafsu makan, sakit perut, dan penurunan berat badan

Jika sel-sel leukemia telah menyebabkan pembengkakan di hati, ginjal, atau limpa, organ-organ ini dapat menekan perut. Ini dapat menyebabkan perasaan kenyang, tidak nyaman, kurang nafsu makan, dan penurunan berat badan terus-menerus.

7. Batuk-batuk dan sulit bernapas

Leukemia dapat memengaruhi bagian-bagian tubuh di dalam dan sekitar dada, seperti beberapa kelenjar getah bening atau timus, suatu kelenjar yang terletak di antara paru-paru. Jika bagian-bagian tubuh ini membengkak, maka hal ini dapat menekan trakea dan membuat sulit bernafas. Kesulitan bernapas juga dapat terjadi jika sel-sel leukemia menumpuk di pembuluh darah kecil paru-paru. Apabila anak sulit bernapas, segera hubungi dokter.

8. Sakit kepala, muntah dan kejang

Jika leukemia mempengaruhi otak atau sumsum tulang belakang, anak mungkin akan merasakan sakit kepala, muntah-muntah, sulit berkonsentrasi, penglihatan kabur, lemah, masalah dengan keseimbangan, dan kejang.

9. Ruam kulit

Gejala awal leukimia pada anak yang dapat terlihat lainnya adalah ruam-ruam kulit. Bintik-bintik kecil yang disebabkan oleh memar dan perdarahan mungkin juga terlihat seperti ruam.

10. Kelelahan ekstrem

Dalam kasus yang jarang terjadi, leukemia menyebabkan kelemahan dan kelelahan yang sangat parah, yang dapat menyebabkan bicara tidak jelas. Ini terjadi ketika sel-sel leukemia terkumpul dalam darah, menyebabkan darah menebal. Darah mungkin sangat tebal sehingga sirkulasi melambat melalui pembuluh kecil di otak.

11. Merasa kurang sehat

Anak mungkin belum dapat menyampaikan apa yang dirasakannya secara terperinci. Namun, kita mungkin dapat melihat bahwa dia kurang sehat.

Segeralah bawa anak ke dokter apabila menunjukkan tanda-tanda di atas.

**
 
Top