SOLUSI terbaik dalam penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus, yakni segala bentuk kegiatan pencegahan perkembangbiakan nyamuk aidies aigepty. 

Adapun PSN 3M Plus meliputi upaya-upaya sebagai berikut: 1) Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan; 2) Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk; 3) Menggunakan kelambu saat tidur; 4) Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk; 5) Menanam tanaman pengusir nyamuk, 6) Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah; 7) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Berikutnya, menutup rapat tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Demikian diuraikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar, sebagai gambaran bahwa fogging atau pengasapan menggunakan pestisida (zat kimia) bukan solusi yang tepat untuk mencegah DBD. Cara ini tegasnya, hanya efektif untuk membunuh nyamuk dewasa, tidak jentiknya.

Lebih lanjut Lahmuddin yang diwawancarai www.sumatrazone.co.id melalui pesan whats'app, Selasa (13/8/2019) pagi, menekankan, efek fogging hanya dapat bertahan dua hari. Nyamuk dewasa mati, jentiknya tidak. Alhasil nyamuk dewasa berkembang biak lagi. 

Tak hanya itu, fogging yang dilakukan secara berulang-ulang dapat menyebabkan nyamuk kebal terhadap zat kimiawi yang digunakan sehingga dapat menurunkan efektivitas dari fogging itu sendiri.

Menurut Lahmuddin, PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena curah hujan tinggi dapat meningkatkan tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD, sehingga seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) terutama pada saat musim penghujan.

"Kesadaran membersihkan lingkungan itu harus dimulai dari rumah tangga. Peran serta dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan juga menentukan pemberantasan DBD guna menutup kesempatan berkembang biaknya nyamuk aidies aigepty," ujarnya. 

Melalui www.sumatrazone.co.id Lahmuddin mengajak dan mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam membersihkan lingkungan tempat tinggal dan membasmi jentik nyamuk. Termasuk melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan keluarga atau masyarakat satu lingkungan terpapar DBD. 

“Nah jika ada anggota keluarga yang terkena demam, segera berobat jangan hanya dibiarkan,” pesannya. 

Intensif Berantas Sarang Nyamuk

Sejauh ini, tambah Lahmuddin, Dinkes Mentawai  bersama tim kesehatan terus mengintensifkan pembasmian secara menyeluruh terhadap sarang nyamuk di wilayah kerjanya. 

"Hal tersebut patut dilakukan gunavmenepis penyakit DBD yang sudah  ada di Mentawai. Sebenarnya, ungkap Lahmuddin, nyamuk aidies aigepty bukan berasal dari Mentawai, namun dari Kota Padang yang  dibawa oleh seseorang.

Untuk memastikan hal tersebut, petugas kesehatan akan melakukan cek terhadap pasien yang terkena DBD di Mentawai.

"Biasanya tim medis akan menghitung mundur ke belakang selama 14 hari untuk mengetahui, sebelumnya pasien dimana dan kapan terkena penyakit tersebut?," papar Lahmuddin.

Berdasarkan pengecekan tersebut, akhirnya disimpulkan bahwa penyakit tersebut berasal dari telur yang sudah menjangkit seseorang dari daerah lain. 


Untuk itu Lahmuddin mengharapkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan supaya nyamuk tidak bertelur dan membuat sarang.

***
 
Top