JAKARTA -- Peta kekuatan pimpinan Komisi III DPR RI resmi berubah. Sosok yang dijuluki “Crazy Rich Tanjung Priok”, Ahmad Sahroni, kembali menduduki kursi panas sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI dalam prosesi penetapan yang digelar di komplek parlemen, Senayan, Kamis (19/2/2026).
Penunjukan Sahroni ini bukan tanpa alasan. Ia hadir untuk mengisi kekosongan jabatan strategis yang ditinggalkan oleh Rusdi Masse Mappasessu (RMS). Sebagaimana diketahui, RMS secara mengejutkan memilih hengkang dari Partai NasDem dan menyeberang ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang berujung pada pengunduran dirinya dari keanggotaan DPR RI.
Restu Bulat di Lantai Senayan
Rapat pleno penetapan yang berlangsung formal ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Dalam momen tersebut, Dasco membacakan surat perubahan komposisi fraksi dari Partai NasDem yang menunjuk kembali Sahroni untuk mengawal komisi hukum tersebut.
"Apakah Saudara Ahmad Sahroni dapat disetujui untuk ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR?" tanya Dasco di hadapan peserta rapat.
Seruan "setuju" secara bulat langsung menggema di ruang rapat, menandai kembalinya Sahroni ke posisi yang sebelumnya juga pernah ia emban dengan vokal.
Dinamika Sulsel 3: Loyalitas Jadi "Filtrasi" PAW
Mundurnya Rusdi Masse tidak hanya menggetarkan kursi pimpinan komisi, tetapi juga memicu perebutan kursi Pergantian Antar Waktu (PAW) di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Harian Fajar, NasDem Sulsel kini berada dalam posisi selektif. Ketua DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa perolehan suara terbanyak bukan lagi jaminan mutlak untuk melenggang ke Senayan.
“NasDem mengedepankan aspek loyalitas yang tidak bisa ditawar. Kami mencari figur yang sejalan dengan garis perjuangan partai agar tidak ‘berpaling’ di kemudian hari,” tegas Syaharuddin.
Daftar Nama yang Gugur dan Bertahan
Secara regulasi, kursi PAW seharusnya jatuh ke peraih suara terbanyak berikutnya. Namun, dinamika politik membuat dua nama besar dipastikan gugur:
Putri Dakka (53.700 suara): Dinyatakan gugur karena dianggap "membelot" setelah maju sebagai calon Wali Kota Palopo melalui PDI Perjuangan.
Andi Aslam Patonangi (43.580 suara): Tidak masuk hitungan karena telah resmi mengundurkan diri dari partai.
Kini, radar NasDem mengerucut pada tiga kandidat sisa yang dinilai konsisten:
Hayarna Hakim (29.162 suara) – Urutan suara berikutnya, namun memiliki catatan kritis internal.
* M. Judas Amir (12.669 suara)
* Nicodemus Biringkanae (4.908 suara)
NasDem Sulsel dijadwalkan segera melaporkan hasil rapat konsolidasi final ini kepada DPP untuk menetapkan siapa yang akan resmi menyandang gelar anggota DPR RI menggantikan posisi Rusdi Masse.
#hfj/bin
