JAMBI -- Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi mencanangkan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SMPN 1 Kota Jambi.

Ada delapan sekolah yang dicanangkan sebagai SSK, baik tingkat SD hingga SMP Negeri maupun swasta dan sederajat.

Kepala DPPKB Kota Jambi, Irawati Sukandar, menyampaikan SSK adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran khusus mengenai kependudukan.

"SSK mengintegrasiakan pendidikan kependudukan ke dalam beberapa mata pelajaran dan muatan lokal yang sudah ada serta pada kegiatan kesiswaan, baik itu jumlah, kualitas, maupun kuantitas, yang berkaitan dengan demografi yang berlangsung di kota Jambi," ujar Irawati, Jumat (12/8/2022).

Ia mengatakan pengendalian penduduk sangat diperlukan karena berpengaruh terhadap politik, ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan. Anak-anak generasi muda secara dini diberikan pendidikan untuk kependudukan ini untuk mencegah perkawinan usia dini, penggunaan narkoba, kemudian selalu mengetahui kesehatan reproduksi dirinya sendiri.

"Pendidikan kependudukan sebelumnya sudah ada pada beberapa mata pelajaran, tapi melalui SSK lebih dijelaskan atau ditekankan lagi, misalnya pada pelajaran biologi kesehatan reproduksi, reproduksi laki-laki dan perempuan, tapi apa dampaknya jika tidak dikendalikan, maka ada seks bebas, pernikahan dini sehingga akan lahir anak anak yang tidak diinginkan dan juga pengendalian penduduk serta anak yang dilahirkan terancam stunting," jelasnya.

Nantinya Ada petugas khusus dari Dinas PPKB  didampingi pihak sekolah guna menyamping pelajaran khusus mengenai kependudukan.

"Selain itu di dalam SSK juga terdapat Pojok Kependudukan sebagai salah satu sumber baca peserta didik untuk berdiskusi berkreasi dan membawa wawasan kependudukan, dan juga Sekretariat SSK, kami berharap apa yang sudah dilakukan SMPN 1 Kota Jambi bisa menjadi contoh untuk SSK Kota Jambi," sebut Irawati.

Wali Kota Jambi, Syarif Fasha, mengatakan SSK juga  sebagai upaya menyiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi.

#tnc/tik





 
Top