SAWAHLUNTO tidak hanya dikenal sebagai kota tambang bersejarah yang diakui dunia. Dari tanah yang kaya akan nilai perjuangan ini, lahir pula putra-putra terbaik bangsa yang mendedikasikan hidupnya untuk kedaulatan NKRI. Salah satu nama yang paling bersinar adalah Mayjen TNI (Purn) Asril Hamzah Tanjung, S.IP.

Lahir di Sawahlunto pada 12 April 1950, Asril Tanjung adalah representasi prajurit baret hijau sejati. Perjalanannya dari seorang remaja di kota kecil Sumatera Barat hingga menduduki posisi strategis sebagai Kepala Staf Kostrad (Kaskostrad) adalah sebuah hikayat tentang kedisiplinan, keberanian, dan pengabdian tanpa batas.

Menempa Diri dari Lembah Tidar ke Medan Laga

Asril mengawali langkah besarnya dengan menempuh pendidikan di Akabri, lulus sebagai perwira pada tahun 1973. Karier militernya merupakan deretan panjang penugasan yang menguji nyali dan intelektualitas. Salah satu momen paling bersejarah dalam kariernya adalah saat ia dipercaya memimpin Kontingen Garuda (Konga) XII D ke Kamboja.

Sebagai komandan pasukan perdamaian dunia, Asril tidak hanya membawa senjata, tetapi juga membawa martabat bangsa Indonesia di kancah internasional. Kepemimpinannya yang mumpuni membawanya menduduki berbagai jabatan prestisius, mulai dari Danrem 012/Teuku Umar di Aceh, Danpussenif, hingga akhirnya menjabat sebagai orang nomor dua di barisan elite Kostrad periode 2004-2006.

Jenderal yang Serbabisa: Dari Militer, Bisnis, hingga Parlemen

Pensiun dari militer tidak membuat langkah Asril Tanjung terhenti. Sosok "Sawahlunto" ini membuktikan bahwa seorang pemimpin militer memiliki kemampuan manajerial yang luas. Ia sempat dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama PT Mandala Airlines, di mana ia menerapkan ketegasan militer dalam dunia korporasi yang dinamis.

Tak berhenti di situ, pengabdiannya berlanjut ke ranah politik melalui Partai Gerindra. Terpilih sebagai Anggota DPR RI (2014-2019) mewakili DKI Jakarta I, Asril menjadi penyambung lidah rakyat di Senayan. Di sana, ia dikenal sebagai politikus yang lurus, tegas, dan tetap memegang teguh nilai-nilai integritas keprajuritan.

Kepedulian Sosial dan Cinta pada Ranah Minang

Meski telah lama merantau dan meraih kesuksesan di ibu kota, Asril Tanjung tidak pernah lupa pada akarnya. Sebagai Ketua Umum Gebu Minang Pusat, ia menjadi motor penggerak bagi kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat Minangkabau di perantauan maupun di kampung halaman.

Kepeduliannya pada kaum dhuafa, anak jalanan, hingga para pengemudi becak di Aceh menunjukkan bahwa di balik seragam jenderalnya yang gagah, terdapat hati yang sangat peduli pada rakyat kecil.

Profil Singkat Mayjen TNI (Purn) Asril Hamzah Tanjung

Lahir: Sawahlunto, 12 April 1950.

Alumnus: Akabri (1973), S1 Ilmu Politik FISIP Universitas Terbuka (1996).

Jabatan Strategis: Kaskostrad (2004-2006), Danpussenif TNI AD, Dirut Mandala Airlines.

Jabatan Publik: Anggota DPR RI (2014-2019).

Organisasi: Ketua Umum Gebu Minang, Dewan Pembina Partai Gerindra.

Penutup

Mayjen Asril Hamzah Tanjung adalah bukti bahwa Sawahlunto tidak pernah berhenti melahirkan pemimpin yang tangguh. Jejak pengabdiannya dari medan tempur internasional hingga kursi parlemen menjadi inspirasi bagi setiap anak bangsa: bahwa asal-usul bukanlah penghalang untuk mencapai jantung kekuasaan dan memberikan pengabdian terbaik bagi negeri.

#wkp/ede




Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top