![]() |
| Takjil Ramadan Masjid Jogokariyan, Yogyakarta |
DULU, di salah satu stasiun televisi ada sinetron PPT alias Para Pencari Tuhan yang hanya muncul di bulan Ramadan. Dari booming-nya singkatan ini kemudian muncul istilah PPT yang lain. Kalau di bulan ramadan, PPT ini sering disematkan untuk orang-orang yang berburu takjil alias "para pencari takjil".
Para pencari takjil ini tersebar di mana-mana. Ada yang di pusat jajanan takjil dan ada juga yang di masjid-masjid. Masjid-masjid besar hingga kecil umumnya menyediakan takjil untuk mereka yang berpuasa. Setiap masjid pun menyajikan menu yang berbeda-beda. Ada yang menyajikan makanan ringan sekadar untuk membatalkan puasa hingga makanan porsi berat.
Sebagai anak kos, sewaktu kuliah saya juga pernah mampir ke masjid-masjid dekat kampus atau kos ketika menjelang maghrib. Ketika pertama datang ke masjid, masih ditawari untuk ikut kumpul bersama. Berkumpul melingkar di atas karpet yang kemudian diedarkan minuman dan makanan untuk buka puasa. Setelah itu, ketagihan juga.
Besok-besoknya datang dan menunggu waktu kapan mereka berkumpul untuk bersiap-siap buka puasa. Suasana yang saling peduli satu sama lain membuat atmosfer masjid menjadi semakin damai.
Kemudian, berpindah masjid ke daerah yang lain juga sama-sama ditawari makanan hanya saja berbeda menu sajian. Sajian paling nampol untuk anak kos adalah menu nasi. Sepiring nasi sudah sangat mengenyangkan dan melegakan. Semoga yang bersedekah senantiasi diberkahi Allah SWT.
Sebetulnya, acara berkumpul di masjid untuk menunggu waktu buka puasa sejatinya tidak hanya duduk menunggu. Waktu untuk mengobrol pasti ada tetapi salah satu kegiatan yang bermanfaat adalah dzikir bersama. Setiap masjid pasti memiliki kebiasaan tertentu untuk mengisi waktu bersama dengan jamaah. Ada yang membaca Alquran, dzikir, salawat, ceramah, atau kegiatan agama lainnya.
![]() |
| Masjid Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Padang |
Setiap harinya, wajar banyak masyarakat yang datang ke masjid terbesar di Asia Tenggara ini untuk sekadar berburu takjil. Namun, Masjid Istiqlal tidak hanya membagikan takjil. Setiap sore setelah solat Asar selalu ada penceramah atau pemandu istighosah yang setia menemani waktu buka puasa para jamaah.
Syahdunya sore di masjid dengan lantunan dzikir dan salawat adalah salah satu momen mahal untuk dinikmati. Di tengah hiruk pikuk Jakarta yang serba cepat, masih ada tempat untuk mengingat Allah SWT dengan tenang.
![]() |
| Ibu-ibu penyaji menu takjil Masjid Nurul Hikmah, Air Tawar Timur, Padang |
Kalaupun ingin fokus beribadah, jamaah tidak perlu risau memikirkan menu buka puasa. Jamaah hanya perlu mengikuti arahan dari para petugas masjid untuk berbaris di tempat yang disediakan. Terkait menu makanan juga tidak perlu diragukan. Gizi seimbang hampir selalu tercukupi di setiap porsi nasi kotak. Dalam satu nasi kotak pasti akan ada karbohidrat, sayur, daging atau ikan, buah, air mineral, dan kurma. Alat makan berupa sendok pun sudah tersedia.
Jadi, jamaah hanya perlu fokus untuk beribadah. Masalah dapat takjil atau tidak, anggap saja itu sebagai bonus.
#Almira Sifak




