TEHERAN -- Media milik pemerintah Iran akhirnya resmi membenarkan kabar kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, setelah rentetan serangan mematikan oleh Amerika Serikat dan Israel. Tragisnya, gempuran udara tersebut turut merenggut nyawa anggota keluarga inti sang pemimpin spiritual tertinggi itu.

Mengutip laporan pembaruan dari Al Jazeera pada Minggu (1/3/2026) pagi, media pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS dan Israel yang sedang berlangsung di negara tersebut.

Mengonfirmasi tewasnya keluarga sang pemimpin, laporan itu menyebutkan bahwa, "Media pemerintah Iran mengatakan putri, menantu laki-laki, dan cucu Khamenei juga tewas."

Sebagai bentuk duka cita mendalam, Teheran menetapkan status berkabung nasional. Media pemerintah Iran mengumumkan 40 hari masa berkabung di negara tersebut.

"Kantor-kantor berita pemerintah Iran telah mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, memujinya sebagai 'martir'," tulis Al-Jazeera.

Kekosongan kursi kekuasaan ini akan segera diisi secara darurat guna menjaga stabilitas negara di tengah perang. Kematian Khamenei memicu proses di bawah konstitusi Iran di mana presiden Iran, kepala kehakiman, dan satu ulama dari Dewan Pengawal akan membentuk sebuah dewan untuk memimpin negara.

Di pihak lain, Washington merespons keberhasilan operasi ini dengan rencana eskalasi lanjutan. Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah Trump mengumumkan pembunuhan Khamenei.

Ia mengatakan ia memiliki “ide bagus” tentang siapa yang ia inginkan untuk menggantikan pemimpin tertinggi tersebut. Ia menambahkan bahwa serangan AS akan berlanjut selama diperlukan.

Sejalan dengan AS, Tel Aviv mengeklaim kesuksesan operasi militernya yang menyasar puluhan titik strategis Iran.

"Militer Israel mengatakan telah menyerang lebih dari 30 target dalam serangan-serangan di Iran barat dan tengah," lapor Al Jazeera yang mewartakan bahwa serangan ke Iran belum berhenti walaupun Khamenei diumumkan tewas.

"Puluhan jet tempur Angkatan Udara menyerang, dipandu oleh Intelijen Militer, dan baru saja menyelesaikan gelombang serangan lainnya untuk menargetkan susunan rudal balistik dan sistem pertahanan udara dari rezim teror Iran di Iran barat dan tengah,” kata militer Israel.

Militer Israel memastikan bahwa gempuran destruktif tersebut akan terus bergulir.

"Serangan akan berlanjut pada instalasi pertahanan udara, situs rudal, markas militer, dan 'target rezim' lainnya di Iran, kata Israel."

Bahkan, intensitas gempuran dipastikan meluas. Israel telah mengumumkan gelombang serangan baru terhadap Iran dalam beberapa jam terakhir.

Sebaliknya, serangan baru Iran juga dilaporkan terjadi di UEA dan Bahrain.

Operasi militer skala besar ini telah menelan banyak korban jiwa, termasuk warga sipil. Media pemerintah Iran mengatakan sebuah serangan terhadap sebuah sekolah di Iran selatan telah menewaskan sedikitnya 108 orang, dan sedikitnya 201 orang telah tewas di 24 provinsi.

Sebagai balasan atas invasi mematikan tersebut, Garda Revolusi Iran secara agresif memperluas zona perang.

"Serangan balasan Iran telah menargetkan aset-aset Israel dan AS di beberapa negara Timur Tengah, termasuk Qatar, UEA, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, dan Irak," lapor Al Jazeera.

#tti/bin




Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top